news

7 Fakta Kasus Pembunuhan dan Mutilasi Mayat Perempuan yang Dibuang dalam Koper Merah di Ngawi, Sosok Pelaku 'Psikopat' Ramai Jadi Sorotan

Selasa, 28 Januari 2025 | 11:30 WIB
Ilustrasi - kasus pembunuhan berencana dan mutilasi korban yang dibuang dalam koper merah di Ngawi (Freepik)

Namun, pihak keluarga korban tak mengenali Antok, dan mempertanyakan perbuatan keji yang dilakukannya pada wanita yang berprofesi sebagai sales kosmetik tersebut.

Baca Juga: Fakta Pelaku Pembunuhan Sandy Permana Diungkap sang Istri: Mungkin dari Situ...

4. Sosok Pelaku 'Psikopat' Ditangkap Polisi

Setelah penemuan mayat UH di Ngawi, Polisi lantas melakukan penyelidikan dan memburu pelaku.

Detik-detik pelaku membuang korban juga terekam kamera CCTV menunjukkan ekspresi Antok yang tersenyum puas saat memindahkan koper berisi potongan tubuh korban sebelum akhirnya dibuang ke Ngawi.

Sosok Antok pun ramai jadi sorotan publik hingga disebut sebagai "psikopat". Pasalnya pelaku menunjukkan ekspresi tertawa saat ditangkap polisi.

Baca Juga: Mayat Bayi Perempuan dengan Tali Pusar Masih Menempel, Polsek Tanggul Jember: Kondisinya Baru Lahir Beberapa Jam

Bahkan, Antok sempat bernyanyi "kekasih gelapku" saat diinterogasi polisi meski ia mengaku menyesal telah melakukan perbuatannya pada korban.

5. Pelaku Merencanakan Pembunuhan Sejak Lama

Polisi juga menyebut kasus pembunuhan wanita di Ngawi ini juga telah direncanakan sebelumnya.

Pelaku lalu mengajak korban bertemu ke sebuah hotel di Kediri, Jawa Timur, lalu mengambil koper dari rumahnya.

Baca Juga: Geger! Penemuan Mayat di Jember Mengapung di Sungai, Diduga Kuat Korban Tergelincir

Bahkan, ia berniat memutilasi korban dengan membeli perlengkapan seperti pisau hingga tali dan lakban untuk meninggalkan jejak.

Aksi pelaku didukung keponakannya (inisial MAM) yang ikut membantu membuang mayat korban.

Tak hanya itu, pelaku yang merupakan warga Tulungagung juga mencoba mengelabuhi dengan mengaku sebagai suami siri saat masuk ke kosan korban, padahal faktanya tidak.

Halaman:

Tags

Terkini