SketsaNusantara.id - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) pusat mendengar aspirasi dari para nelayan di Jember dan Banyuwangi, saat pertemuan di Jember, pada Senin 27 Januari 2025 malam.
Dalam pertemuan tersebut, banyak keluhan dari masyarakat nelayan terkait dengan persoalan yang sedang dihadapi salah satunya terkait harga jual ikan yang menurun.
Ketua Umum DPP HNSI Laksamana (Purn) Sumardjono mengatakan, agenda ke Jember adalah rangakaian kunjungan ke berbagai daerah untuk menyerap aspirasi.
“Kami menyerap aspirasi dari para nelayan, dan persoalan yang mendasar dari mereka ini adalah kebuntuan komunikasi,” ujarnya saat dikonfirmasi di salah satu hotel di Jember.
Ia menyampaikan, HNSI ke Jember untuk membantu atau menjembatani komunikasi, antara nelayan dan pemerintah agar persoalan di bawah ini bisa terselesaikan.
“Dengan kami turun ke daerah-daerah banyak sekali masukan dan informasi terkait persoalan yang dialami, misal soal BBM, kebutuhan Cold Storage hingga berbagai persoalan lain,” imbuhnya.
Para nelayan yang ada di Jember khususnya, memiliki potensi yang besar dengan jumlah tangkapan yang besar tetapi perlu ada peningkatan kualitas.
“Bukan hanya mengejar kuantitasnya tapi harus mulai meningkatkan kualitas ikan, karena dengan ikan terjaga fresh maka nilai jualnya juga tinggi,” terangnya.
Sumardjono menyampaikan, para nelayan sangat terburu-buru dalam menjual ikan hasil tangkapannya dan pasti akan diberikan harga yang rendah.
“Maka tadi ada permintaan dari nelayan untuk bisa diberikan cold storage, nah di Jember sudah ada yang berukuran besar tetapi belum digunakan optimal,” ungkapnya.
Maka menurutnya, perlu ada komunikasi yang jelas antara Pemerintah Daerah dengan nelayan agar cold storage yang sudah ada ini bisa dimanfaatkan dengan baik.