SketsaNusantara.id - Sejak era Presiden Soekarno hingga era Presiden Prabowo Subianto, Indonesia dan india dinilai tetap memiliki hubungan yang sangat erat dan mesra.
Hingga pada perayaan kemerdekaan India ke 76, Presiden Prabowo Subianto diundang sebagai chief guest dalam rangka memperingati persahabatan Indonesia dan India yang ke 75.
Namun jika ditelisik lebih dalam, hubungan manis dan mesra ini sebetulnya tak hanya 75 tahun, namun sudah terjadi selama ribuan tahun sebelum itu, dimana hubungan ini berawal dari dua negara yang memiliki kesamaan kekayaan budaya, bahasa, suku serta agama.
Sejumlah kesamaan-kesamaan inilah yang menjadi awal kedekatan dua negara Indonesia dan India hingga saat ini
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari laman p2k.stekom.ac.id, hubungan Indonesia dan India bisa ditelisik dalam catatan kuno India dimana Indonesia rupanya sering disebut sebagai kepulauan tanah seberang.
Nama Indonesia rupanya berasal dari dua kata Yunani yakni Indus yang artinya India dan Nesos yang artinya kepulauan sehingga jadilah nama kepulauan India atau Indonesia.
Pada abad ke 18, menurut sejarah banyak kawula muda dari Kerajaan Sriwijaya yang belajar ke Universitas Nalanda atau Taksashila di India.
Untuk itulah saat itu jalur yang mereka tempuh menuju Nalanda saat itu disebut sebagai route of knowledge atau jalur pengetahuan, namun rute itu kini sudah menghilang.
Sedangkan terkait bahasa ada bahasa Pallawa dan bahasa sansekerta yang pernah kita kenal di masa lalu rupanya juga bersaal dari India kuno yang dibawa oleh pedagang india ke seluruh Asia Tenggara.
Untuk itulah saat ini banyak prasasti peninggalan Kerajaan Hindu yang menggunakan huruf Pallawa atau sansekerta di seperti Prasasti Yupa dan Prasasti Ciaruteun.
Bahasa Pallawa dari India inilah yang kemudian berevolusi ke dalam bahasa daerah di Indonesia seperti bahasa Bali, Jawa dan Sunda.