“Tahun 2021, Arsin maju jadi Kades. Modal kampanyenya gila-gilaan, sampai jual tanah dan “disokong” orang dalam. Akhirnya, dia menang dengan suara terbanyak. Tapi ternyata, dia punya misi tersembunyi,” tulis akun X @bung_madin dikutip SketsaNusantara.id pada Sabtu, 25 Januari 2025.
Dijelaskan akun X tersebut, bahwa Arsin tahu betul bahwa Desa Kohod akan menjadi ladang uang dari proyek besar Agung Sedayu Group.
Tidak butuh waktu lama, Arsin pun menjelma menjadi “boneka pengusaha” untuk mengamankan sejumlah proyek.
“Desa? Warga? Nggak ada di kamus dia,” tulis akun itu lagi.
Terbukti setelah Arsin menjadi kepala desa, laut di Kohod tiba-tiba memiliki Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
“Laut bro, LAUT! Lahan yang abrasi pun diubah jadi lahan pajakan. Kok bisa? Jawabannya ada di tangan Arsin,” sambung akun X tersebut.
Selain itu, Arsin yang mengaku hanya membantu mengurus PBB, namun disebutkan bahwa fakta di lapangan amat berbeda.
“Arsin diduga jadi makelar proyek Aguan dengan fee miliaran. Transaksi Rp6 triliun, dia (Arsin) dapet 2,5 persen alias Rp150 miliar,” katanya.
Hasilnya, Arsin disebut memiliki koleksi mobil mewah, menggelar pesta 3 hari 3 malam dengan mengundang dangdut Family Group.
“Semua itu dilakuin Arsin di 20 Mei 2024. Duitnya dari mana? Jelas bukan dari dana desa, tapi dari ‘proyek’ gelap,” masih tulis akun X tersebut.
Kini, setelah pagar laut menuai atensi publik hingga pemerintahan, Arsin disebut ketakutan.
Setiap warga hingga aktivis yang mendatangi rumahnya untuk meminta penjelasan soal pagar laut, Arsin kabur, hingga jarang muncul di rumah.