SketsaNusantara.id - Banyaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jember, membuat ketersediaan daging di pasar menjadi turun drastis.
Penurunan daging di pasaran ini mencapai 80 persen, dibandingkan sebelum merebaknya kasus PMK di Jember.
Penyakit PMK yang menyerang sapi, kambing, domba dan babi ini bisanya terlihat gejalanya pada mulut dan kakinya yang mengalami luka.
Sehingga hal ini membuat pedagang daging sapi, sangat sulit untuk menjual dagangannya dan omsetnya pun menjadi turun.
"Adanya PMK ini saya cuma bisa jual 10 potong kaki sapi per hari, biasanya bisa saya jual 50 potong lebih," ujar Selani pedagang di Pasar Tanjung, saat dikonfirmasi Kamis, 23 Januari 2025.
Selani menerangkan, biasanya dagangannya selain daging juga banyak sekali potongan kaki sapi.
"Ya kan saya jual kaki sapi, biasanya pelanggan itu beli buat bakso atau campuran bakso," terangnya.
Dengan kondisi merebaknya PMK yang mencapai 1000 ekor lebih sapi di Jember, Selani mengaku jika para pelanggannya dari luar kota banyak yang membeli.
"Pelanggan dari luar kota sudah gak ada yang ambil, tinggal yang di sini saja dan belinya paling 1-2 kilogram aja," jelasnya.
Terkait dengan adanya PMK ini, Selani menyampaikan ada perubahan harga dan pasokannya juga berkurang.
"Kalau kaki sapi Rp60 ribu per kilogram, lidah atau cingur sapi Rp75 ribu per kilogram," imbuhnya.