Direktur Utama BRI, Sunarso, menjelaskan bahwa program Desa BRILiaN berlandaskan empat pilar utama:
1. BUMDes sebagai penggerak utama ekonomi desa.
2. Digitalisasi, membantu desa masuk ke ekosistem teknologi.
3. Keberlanjutan, menciptakan desa yang tangguh dan mandiri.
4. Inovasi, memacu kreativitas dalam memanfaatkan sumber daya.
Desa Ketapanrame pun tak hanya mengandalkan program BUM Desa, tetapi juga memperkuat klaster usaha mikro melalui pelatihan dan dukungan fasilitas.
Inspirasi untuk Desa Lain
Keberhasilan Desa Ketapanrame adalah bukti nyata bahwa pemberdayaan desa bukan sekadar wacana. Dengan kolaborasi dan inovasi, desa-desa lain di Indonesia pun bisa mengikuti jejaknya.
“Program ini harapannya bisa menjadi inspirasi dan direplikasi di seluruh Indonesia. Semua pihak perlu bergandengan tangan demi kemajuan bersama,” pungkas Sunarso.
Desa Ketapanrame adalah bukti nyata bahwa desa bisa "naik kelas" jika diberikan kesempatan dan dukungan yang tepat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!