Rekam jejak Hasjim Djalal bukan main. Ia memulai kariernya di Departemen Luar Negeri (Deplu) dimulai pada 1 Januari 1957 setelah lulus SMA.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Amerika Serikat dan kembali ke Indonesia pada tahun 1961, Hasjim segera aktif dalam bidang kelautan dengan mendirikan Panitia Hukum Laut Indonesia di bawah koordinasi Dewan Maritim.
Melalui Panitia Hukum Laut Indonesia, Hasjim turut menghasilka sejumlah keputusan penting dalam pengelolaan kelautan.
Karirnya semakin cemerlang ketika ia memegang berbagai posisi penting, termasuk Kepala Dinas Hukum Internasional pada tahun 1969-1972 dan Direktur Perjanjian dan Hukum pada tahun 1976.
Pada rahun 1985, Hasjim kemudian menjabat sebagai Direktur Jenderal Perencanaan Kebijakan selama 5 tahun kemudian menjadi Duta Besar untuk Hukum Laut dan Urusan Maritim pada tahun 1994-2000.
Baca Juga: Kocak! Anies Baswedan Respon Pidato Hindia Saat Raih AMI Awards 2024, Netizen: Jangan Termotivasi!
Hasjim juga pernah beberapa kali ditunjuk menjadi Duta Besar/Wakil Tetap Indonesia untuk PBB pada tahun 1981-1983 dan Duta Besar Indonesia di Kanada pada tahun 1983-1985, dan Jerman pada tahun 1990-1993.
Anies Baswedan menyebut Hasjim Djalal yang dikenal luas sebagai tokoh yang berada di balik suksesnya pengesahan Hukum Laut Internasional PBB atau United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) pada tahun 1982.
Bersama Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, Hasjim memperjuangkan konsep Deklarasi Juanda yang menetapkan Indonesia sebagai negara kepulauan.
Upayanya menghasilkan pengakuan internasional atas wilayah kedaulatan maritim Indonesia yang meningkat dari 2 juta km persegi menjadi 5,8 juta km persegi.
"Beliau dikenal atas kontribusinya yang luar biasa, termasuk dalam perumusan UNCLOS 1982, yang memperjuangkan kedaulatan laut Indonesia dan mengangkat nama bangsa di mata dunia," ungkap Anies Baswedan dalan postingan Twitter @aniesbaswedan yang diunggah pada hari Senin, 13 Januari 2025.
"Berkat upaya Prof. Hasjim Djalal, wilayah kedaulatan dan yurisdiksi maritim Indonesia bertambah secara signifikan dan beliau berhasil memperjuangkan penyatuan wilayah darat dan laut Indonesia yang sebelumnya terpecah-pecah," imbuhnya.
Selain itu, Hasjim juga aktif sebagai Presiden International Seabed Authority, anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), dan penasihat senior Menteri Kelautan dan Perikanan.
Selama hidupnya, ia telah menulis sejumlah artikel dan buku tentang hukum laut yang menjadi rujukan penting di bidang ini hingga mendapat julukan Patriot Negara Kepulauan dalam buku karya Efri Yoni Baikoeni.