SketsaNusantara.id - Banyaknya keluhan soal sampah, Komisi C DPRD Jember meninjau langsung lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Pakusari, Rabu 8 Januari 2025.
Dari hasil peninjauan lokasi, didapati bahwa sampah di TPA Pakusari sudah over kapasitas dan sudah menumpuk dengan ketinggian sekitar 27 meter.
Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo mengatakan, persoalan sampah ini menjadi hal yang serius dan perlu penanganan yang tepat agar tidak membuat penumpukan sampah.
"Tadi kita lihat bahwa sampah sudah menggunung dan per harinya sekitar 1300 ton lebih, sampah yang dihasilkan," ujarnya saat dikonfirmasi di TPA Pakusari.
Dengan kondisi tersebut, perlu penanganan yang jelas salah satunya dengan mengolah sampah agar bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Saat ini PAD dari sampah ini hanya dari retribusi sampah saja, tetapi sumber lainnya masih belum ada," imbuhnya.
Baca Juga: Rusak Parah! Jalan Jember-Lumajang Ditanami Pisang, Massa Desak Pemerintah Tertibkan Truk ODOL
Politisi Gerindra ini juga menerangkan, pengendalian sampah ini harus dilakukan dengan mengolah sampah, saat ini DLH juga sudah memiliki mesin pemilah dan tinggal dilakukan pengolahan supaya bisa mengurainya.
"Ini darurat ya, perlu ada inovasi yang dilakukan supaya sampah ini tidak menggunung dengan diolah dan hasilnya bisa didaur ulang," terangnya.
Sebab, berkaca pada wilayah Kecamatan Kaliwates saja sampah yang dihasilkan ini mencapai 60 ton per harinya.
"Ini angka yang besar untuk sampah di satu kecamatan, maka harus ada kesadaran dari masyarakat untuk ikut serta mengendalikan sampah," ungkapnya.
"Karena persoalan sampah ini menjadi tanggung jawab dari semua pihak, bukan hanya pemerintah daerah, DPRD, atau pemangku kebijakan lainnya tetapi semuanya harus sadar soal sampah ini," pungkasnya.