Pada usia 26 tahun, Mus'ab memutuskan untuk meninggalkan dunia sepakbola yang selama ini menjadi impiannya dan kembali ke kampung halamannya di Jember untuk memulai perjalanan hidup baru.
Cidera pada kedua kakinya menjadi alasan utamanya berhenti dari impiannya mejadi pemain sepak bola hingga beralih profesi menjadi penjual nasi goreng.
Mus'ab awalnya mencoba berbagai usaha untuk menyambung hidup dengan berjualan sepatu bekas hingga baju dakwah.
Namun, usaha tersebut tidak memberikan hasil yang memuaskan. Mus'ab akhirnya memutuskan untuk membuka usaha nasi goreng kebuli bersama adiknya yang merupakan mantan koki di sebuah restoran di Jakarta.
"Awalnya adik saya ajak kerja sama untuk berjualan nasi goreng. Saya melihat prospeknya bagus, sehingga saya memutuskan untuk fokus menjalankan usaha ini," tutur Mus'ab.
"Nasi goreng kebuli ini pakai resep ala restoran bintang lima, tapi akhirnya bisa dijual dengan harga terjangkau pernah coba jualan di beberapa tempat, akhirnya sekarang alhamdulillah bisa stay (bertahan)," imbuhnya.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, Mus'ab membuka lapak nasi goreng, tepatnya berada di Jalan Sumatra depan KPRI Universitas Jember (Unej).
Usaha nasi goreng kebuli yang didirikan Mus'ab pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar. Apalagi namanya kini mulai dikenal khalayak luas sejak videonya viral di TikTok dan Instagram.
"Ternyata mas-mas penjual nasi goreng di depan KPRI Unej dulunya adalah pemain sepakbola profesional. Karena cedera parah, akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu lebih dini. Laris terus ya mas untuk dagangannya," tulis akun @aslijembermat.
Video tersebut menuai banyak komentar positif dari warganet. Banyak warganet yang memberikan semangat dan doa agar usaha Mus'ab semakin sukses.
Baca Juga: Polemik Alun-Alun Tanpa Playground, Komisi A DPRD Jember Tekankan untuk Segera Dilakukan Pembangunan
Bahkan, beberapa warga Jember yang menjadi pelanggan tetap. Netizen memberikan review positif dan memuji nasi goreng kebuli buatan Mus'ab yang memiliki cita rasa khas dan tentu saja enak.