SketsaNusantara.id - Belum lama ini, nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi perbincangan hangat publik setelah masuk dalam daftar finalis "pemimpin paling korup di dunia" versi OOCRP.
Laporan berjudul "Corrupt Person of the Year 2024" ini dirilis OCCRP pada hari Senin, 30 Desember 2024 yang menempatkan Presiden Suriah, Bashar Al Assad, sebagai pemenangnya.
"Kami meminta nominasi dari pembaca, jurnalis, juri Person of the Year, dan pihak lain di jaringan global OCCRP," tulis OCCRP dalam postingan akun X @OOCRP yang diunggah pada hari Senin, 30 Desember 2024.
"Inilah finalis tokoh yang terlibat dalam kejahatan terorganisasi dan korupsi tahun 2024, dan Tokoh Korup Tahun versi OCCRP tahun ini adalah Bashar al-Assad," pungkasnya.
Dalam daftar tersebut, Jokowi termasuk salah satu finalis dari sejumlah tokoh dunia lainnya yang dinilai paling korup di dunia, termasuk Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, dan pengusaha India Gautam Adani.
Daftar Tokoh Korup Dunia tahun 2024 ini disusun berdasarkan nominasi dari pembaca, jurnalis, serta jaringan global OCCRP yang memantau perkembangan politik dan permasalahan kejahatan terorganisir serta korupsi di dunia.
Beredarnya kabar Jokowi menjadi salah satu finalis tokoh korup di dunia pun ramai jadi perbincangan publik, bahkan OOCRP sendiri juga tak luput dari sorotan. Lantas, apa itu OOCRP dan apa misi dari organisasi ini?
OCCRP adalah singkatan dari Organized Crime and Corruption Reporting Project, sebuah organisasi jurnalisme investigasi global yang berkantor pusat di Amsterdam, Belanda.
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs resmi OOCRP, organisasi ini didirikan pada tahun 2006 oleh Drew Sullivan dan Paul Radu yang fokus dalam mengungkap kejahatan terorganisir serta kasus korupsi di berbagai negara.
OCCRP memiliki jaringan luas yang terdiri dari 24 pusat investigasi nirlaba yang tersebar di berbagai benua termasuk Eropa, Afrika, Asia, dan Amerika Latin.
Dengan staf yang tersebar di enam benua, OCCRP bekerja sama dengan lebih dari 50 media independen. Mereka menerbitkan laporan investigasi dalam berbagai bahasa, termasuk Inggris dan Rusia, melalui situs web resmi mereka.
Visi OCCRP adalah menciptakan dunia yang lebih transparan, di mana kehidupan, mata pencaharian, dan demokrasi tidak terancam oleh korupsi dan kejahatan.