"Bird strike tidak menyebabkan roda pesawat tidak bisa keluar dan juga dalam kasus Jeju Air, selain itu kalau dilihat dari video cctv itu tidak keluar flap (pada sayap) sehingga pesawat tidak dalam konfigurasi untuk pendaratan," ungkap Alvin.
"Ini menunjukkan adanya kemungkinan ada masalah dengan sistem hidrolis atau pilotnya yang tidak mengaktifkan atau tidak menurunkan konfigurasi Flap dan juga roda pendaratan. Itu yang harus dicari," tandasnya.
Mengenai keterangan control tower atau menara kontrol yang menyebut soal bird strike, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena belum tentu seragan burung menjadi penyebab kecelakaan pada pesawat.
"Kalaupun terjadi bird strike atau serangan burung seharusnya tidak mempengaruhi atau membuat roda pesawat rusak atau flaps tidak bisa difungsikan. Walaupun roda pendaratan tidak keluar itupun masih bisa dilakukan secara manual," sambung Alvin.
"Secara sistem kalaupun ada burung yang masuk ke mesin, yang perlu dilakukan oleh pilot adalah mematikan mesin karena tidak langsung terkait dengan sistem hidrolis. Nah apa yang terjadi, ini semuanya sangat cepat ya, memang saya juga meragukan Apakah benar masalahnya adalah Bird Strike," imbuhnya.
"Memang ATC (menara kontrol) sempat memberikan peringatan kepada pilot bahwa ada sekawanan burung dan resiko bird Strike, kemudian 1 menit setelah itu pilot menyatakan emergency May Day, tapi kita tidak mengetahui apa yang menyebabkan terjadinya kondisi darurat tersebut. Apakah benar bird strike atau ada masalah lain dan ini yang perlu dicari informasinya," pungkas Alvin.
Sementara itu, black box pesawat sudah ditemukan dan akan dianalisis untuk mengungkap di balik kecelakaan Jeju Air.
Setelah tragedi ini, Korea Selatan menetapkan hari berkabung nasional dengan mengibarkan bendera setengah tiang selama 7 hari. Bandara Muan ditutup sementara waktu untuk mendukung proses investigasi dan penyelidikan terkait kecelakaan Jeju Air.
Sedangkan keluarga korban menuntut pertanggungjawaban pemerintah untuk melakukan pemulihan, mengingat ada banyak orang yang kehilangan keluarga termasuk ada beberapa anak yang kehilangan orang tuanya karena peristiwa nahas tersebut.***