news

Dituding Provokasi Kebijakan PPN 12%, Ternyata Begini Pengalaman Politik Rieke Diah Pitaloka Selama di Pemerintahan

Senin, 30 Desember 2024 | 20:15 WIB
Karier politik yang ditekuni Rieke Diah Pitaloka dimana belum lama ini ia dilaporkan karena dianggap menggiring opini terkait kebijakan PPN 12%. (Instagram.com/@riekediahp)

SketsaNusantara.id- Baru-baru ini nama Rieke Diah Pitaloka jadi sorotan lantaran diduga memprovokasi untuk menolak kebijakan PPN 12% di media sosial.

Rieke Diah Pitaloka sendiri adalah anggota DPR RI dari Fraksi PDIP yang kini telah buka suara terhadap laporan aduan agar ia menghadap Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD)

Rieke Diah Pitaloka mengaku memang sudah menerima surat pemanggilan dirinya ke MKD lewat pesan WhatsApp pada Sabtu, 28 Desember 2024 pukul 11.20 WIB.

Baca Juga: Rieke Diah Pitaloka Terima 'Surat C KLinta' dari MKD DPR RI Buntut Video Tentang Pengkajian Ulang atas Kenaikan PPN 12 Persen

Berdasarkan surat itu, sidang pemanggilannya itu ini dijadwalkan pada Senin, 30 Desember 2024 pukul 11.00 WIB di Ruang Sidang MKD DPR RI.

Tetapi sayangnya Rieke tak bisa memenuhi panggilan tersebut dan memberikan permohonan maafnya yang dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @Mdy_Asmara1701.

Ia menyebutkan alasan tak bisa datang karena tengah menjalankan tugas negara berupa reses mulai dari 6 Desember 2024 hingga 20 Januari 2025.

Baca Juga: Lengkap! Isi Pernyataan Rieke Diah Pitaloka soal Penolakan Kenaikan PPN 12 Persen yang Dianggap Provokasi, Netizen: Drama Queen

Lantas siapa sebenarnya sosok Rieke Diah Pitaloka ini? Berikut ini perjalanan kariernya.

Pada awalnya Rieke adalah selebriti dan aktris yang wara-wiri tampil di layar kaca, namun banting stir ke dunia politik pada awal tahun 2000-an dengan masuk ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Bahkan ia belajar politik secara langsung bersama Presiden Keempat, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Baca Juga: Rieke Diah Pitaloka Minta Warganet Cari Alfadjri Aditia Prayoga, Sosok yang Melaporkan Dirinya ke MKD, Ada Apa?

Rieke diketahui pernah menjabat sebagai Sekjen DPP PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Tetapi dirinya memutuskan pindah ke Partai PDIP di tahun 2008 karena merasa tak nyaman dengan konflik internal di PKB.

Halaman:

Tags

Terkini