"Setelah koordinasi dengan BSSN, kami memastikan tidak ada peretasan atau kebocoran data perbankan," tegas Meutya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi yang beredar di media sosial.
Bukan kali ini saja Mr Bert menjadi sorotan. Sebelumnya, ia pernah menyatakan bahwa data Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) bocor dan dapat digunakan untuk menonaktifkan rekening bank.
Namun, klaim ini dibantah oleh Alfons Tanujaya, spesialis keamanan teknologi dari Vaksincom, yang memastikan data tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk membobol akun bank tanpa akses ke credential dan OTP pengguna.
Baca Juga: BRI Diklaim Jadi Korban Ransomware Bashe, Pakar IT Bongkar Kejanggalan Klaim Data Peretas
"Dana diambil alih hanya jika credential mobile dan OTP Anda dicuri," jelas Alfons.
Kontroversi ini menambah panjang daftar klaim sensasional dari Mr Bert yang terbukti tidak berdasar. Pakar dan pemerintah terus mengingatkan pentingnya verifikasi informasi untuk mencegah penyebaran hoaks di tengah masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!