Kamis, 4 Juni 2026

Kontroversi Klaim Mr Bert Soal Keamanan Siber, dari BRI hingga INAFIS, Pakar IT dan Menkomdigi Angkat Bicara

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Jumat, 27 Desember 2024 | 20:31 WIB
Polemik Klaim Mr Bert Soal Keamanan BRI, Dari Tuduhan Ransomware hingga Fakta Data Copy-Paste dari Scribd (Dok. BRI)
Polemik Klaim Mr Bert Soal Keamanan BRI, Dari Tuduhan Ransomware hingga Fakta Data Copy-Paste dari Scribd (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - Isu keamanan siber kembali menjadi sorotan setelah selebgram Mr Bert mengklaim adanya serangan ransomware pada Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Klaim tersebut menjadi bahan perbincangan hangat, namun akhirnya dimentahkan oleh sejumlah pakar keamanan siber dan pemerintah. 

Kisah ini bermula dari unggahan akun @FalconFeedsio di platform X pada 18 Desember 2024, yang menyebut kelompok Bashe Ransomware telah menyerang BRI.

Baca Juga: Kisah Inspiratif dari Sudut Timur Indonesia, Perjalanan Mantri BRI yang Tak Kenal Lelah Berdayakan Kelompok Usaha di Merauke

Unggahan ini menjadi viral hingga memicu kekhawatiran publik. Namun, tidak lama kemudian, tudingan ini diragukan keabsahannya. 

Menambah panas isu, selebgram Mr Bert melalui akun Instagramnya pada 19 Desember 2024, mengklaim telah memperingatkan soal ancaman ransomware sejak tahun lalu. Ia bahkan mengaku memiliki ribuan data internal BRI.

"Saya bawa data, dengan ribuan password internal dari Bank BRI," ujarnya dalam video tersebut. 

Baca Juga: Drama Ransomware Palsu BRI! Pakar IT Bongkar Kebohongan, Netizen Kritik Influencer yang Terbukti Salah

Di tengah kegaduhan, pakar keamanan siber Teguh Aprianto, pendiri Ethical Hacker Indonesia, menyebut klaim serangan ransomware terhadap BRI sebagai lelucon.

Setelah waktu penebusan data berakhir, Teguh menemukan bahwa data yang dirilis kelompok Bashe hanyalah dokumen lama yang tersedia di situs Scribd dan PDFCoffee. 

"Datanya cuma file excel 100 row yang match dengan dokumen di Scribd. Mari tepuk tangan untuk Bashe, grup ransomware terkocak sepanjang masa," tulis Teguh di akun X-nya, @secgron, pada 25 Desember 2024. 

Baca Juga: Jangan Biarkan Liburan Terganggu! BRI Punya Solusi Asuransi Cepat di BRImo

Sementara itu, nasabah BRI tidak mengalami gangguan layanan, termasuk akses ke mobile banking. Hal ini semakin memperkuat argumen bahwa tidak ada serangan ransomware yang nyata. 

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, juga menepis kabar tersebut. Dalam sebuah acara di Jakarta pada 21 Desember 2024, ia menegaskan bahwa tidak ada serangan ransomware terhadap sektor perbankan, termasuk BRI. 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X