news

Nahkodai Perumdam Tirta Kencana, Hasyim Komitmen Berikan Manfaat layaknya AMDK Tirta Berkah

Jumat, 27 Desember 2024 | 18:19 WIB
Foto: Direktur Perumdam Tirta Kencana Pemkab Jombang Khoirul Hasyim dalam sebuah acara. (dok. Perumdam Tirta Kencana)

“Tidak hanya dengan komunikasi. Suasana kantor pun kami ciptakan agar karyawan betah dalam bekerja. Salah satunya kami bikin mini bar persis di utara kantor. Dulu ini adalah tempat parkir yang kurang terawat. Di kafee ini, karyawan tak hanya menikmati berbagai minuman yang tersedia, namun seringkali mereka membicarakan pekerjaan yang dirasa serius,” terang hasyim.

Tidak sendiri dalam mengurus kebutuhan pelanggan akan air bersih di Kabupaten Jombang. Dia di bantu 4 manager yang berbeda urusannya. Manager umum, manager Hubla (hubungan langganan) manager keuangan, manager Teknik.

“Dari total 106 karyawan, mereka terbagi di keempat bidang tersebut yang dibantu oleh sejumlah divisi,” terang Hasyim.

Baca Juga: Mahfud MD Soal KPK Tetapkan Hasto Kristiyanto Sebagai Tersangka: Silakan Dipertanggungjawabkan Kepada Publik

Kini, jumlah pelanggan air bersih di Kabupaten Jombang mencapai 22.800 pelanggan. “Jumlah itu tidak fiktif,” tegasnya.

Produksi AMDK

Salah satu kebanggaan bagi Perumdam Tirta Kencana adalah memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK). AMDK diberi nama Tiber. Tiber merupakan singkatan dari Tirta Berkah.

“Tirta adalah air, dan berkah berarti karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan. Nama itu langsung dari Bupati Mundjidah Wahab kala itu. Jadi, kita berharap melalui produksi Tiber ini selalu ada manfaat untuk masyarakat Kabupaten Jombang,” harapnya.

Baca Juga: Tegas! Mahfud MD Klarifikasi Rumor Diangkat Sebagai Jaksa Agung oleh Prabowo Subianto: Dengan Segala Hormat...

Menurut Hasyim, produksi Tiber ini merupakan salah satu implementasi dari direktur PDAM sebelum-sebelumnya. Namun, hal itu penuh tantangan.

Di awal menjabat, salah satu hal yang ia lakukan adalah mencari para seinor yang pernah bekerja di PDAM pada masanya. Bahkan, Hasyim mengaku, ia mendatangi salah satu direktur PDAM yang sudah meninggal.

“Saya mempelajari secara lisan melalui diskusi dengan para senior. Dan secara teks dari salah Direktur PDAM yang sudah tiada. Ternyata beliau banyak menulis tentang manajerial air saat menjabat. Beliau menulis di catatan hariannya dalam bentuk elektronik. Saya menghubungi keluarga beliau. Itu benar-benar saya pelajari,” terangnya.

Baca Juga: Tanggapi Kasus Korupsi Harvey Moeis Mahfud MD Singgung Soal Keadilan, Netizen: Raumom...

Melalui pembalajaran itu, Hasyim bersama jajarannya lantas memberanikan diri memproduksi AMDK.

Kini, setia bulannya omset yang masuk yakni Rp 180 juta perbulan. Dari omset tersebut, pihak manajemen mencatat laba sebesar 35 persen.

Halaman:

Tags

Terkini