Iftitah yang kala itu selaku Perwira Seksi Operasi kemudian memerintahkan prajurit agar segera bersiap membantu masyarakat yang menjadi korban akibat gempa bumi.
Tanpa perintah Presiden, ratusan prajurit TNI AD menuju Banda Aceh untuk mengevakuasi korban gempa. Namun, secara mengejutkan air laut naik yang menyapu daratan Aceh Utara.
"Beberapa menit kami jalan, tiba-tiba saya mendengar teringakan air laut naik, banyak orang bertakbir. Melalui radio saya minta pasukan menghindari air laut," kata Iftitah.
"Tak lama, saya mendengar mereka mengatakan air laut naik setinggi pohon kelapa, hingga tak terdengar lagi suara pasukan saya di radio. Kami menghindari sapuan air laut dan setelah mereda barulah kami terjun membantu masyarakat," sambungnya.
Iftitah mengenang momen menyedihkan dalam hidupnya apalagi ketika melihat sudah banyak mayat bergelimpangan setelah daratan disapu bersih gelombang tsunami.
Ia beserta ratusan prajurit TNI segera melakukan tugas operasi pemulihan dan bantuan kemanusiaan tanpa menunggu perintah dengan menggunakan peralatan seadanya.
"Beberapa orang yang selamat segera dievakuasi ke tempat aman, kami mendirikan tenda pengungsian, dapur umum serta posko kesehatan untuk mengobati masyarakat yang terluka," lanjut Iftitah.
Dalam forum diskusi mengenang 20 tahun peristiwa tsunami, The Big Idea Forum, di Jakarta, pada hari Sabtu, 21 Desember 2024, SBY juga menyebut tsunami Aceh sebagai kenangan kelam dalam sejarah bangsa Indonesia.
"Hari itu, the darkest day in our history, hari yang menguji bangsa Indonesia," kata SBY dihadapan forum dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah akun Instagram @demokratjabar pada hari Kamis, 26 Desember 2024.
Iftitah Sulaiman yang juga merupakan politikus Partai Demokrat itu menyebut kehadiran SBY ke Aceh pasca tsunami memberikan semangat bagi rakyat untuk kembali pulih.
Baca Juga: Tanggapi Kasus Korupsi Harvey Moeis Mahfud MD Singgung Soal Keadilan, Netizen: Raumom...
Menjadi kenangan tak terlupakan, Iftitah bahkan mengaku trauma melihat laut karena teringat kembali tragedi tsunami yang menerjang Aceh tahun 2004 lalu.