“Kepribadian selama kuliah itu begini, keadannya D itu memang secara umum termasuk mahasiswa pendiam,” ujar Femas.
Di mata Femas, korban termasuk sosok yang introvert sehingga minim komunikasi dengan teman-teman.
Sebagai ketua angkatan, kepribadian D yang tertutup ini membuat Femas tidak terlalu mengetahui kegiatan keseharian hingga siapa teman dekat korban.
Femas juga menambahkan bahwa selama ini ia dan rekan satu angkatannya telah berusaha mendekati korban.
“Kalau masalah bergaul, kami sendiri selaku teman angkatan sudah berusaha mendekati Danang,” imbuhnya.
Berdasarkan pengakuannya, ia dan sejumlah rekan juga kerap menyapa korban dengan menanyakan hendak ke mana, mengajak pergi bersama dan sebagainya.
Adapun penyebab korban memutuskan untuk loncat dan mengakhiri hidupnya masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kampus dan kepolisian.
Sementara itu, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soebandi untuk menjalani pemeriksaan secara medis.
Pihak kampus juga akan membantu pengurusan jenazah hingga pengantaran ke rumah duka sebagaimana disampaikan Wakil Ketua Umum Tim Humas Iim Fahmi Ilman.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!