SketsaNusantara.id - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah dan Aisyiah Zona V, menggelar diskusi publik tentang Kebijakan Publik di Aula Unmuh Jember.
Dalam agenda tersebut, Anggota DPRD Jember Ahmad Hoirozi menjadi pembicara tunggal yang menjelaskan proses pengambilan kebijakan dari legislatif.
Hoirozi mengatakan, 50 anggota DPRD Jember saat ini memiliki peran dalam pengawalan kebijakan yang diambil oleh eksekutif.
Baca Juga: Rencana Pembangunan Tempat Rehabilitasi Bagi Pengguna Narkoba, DPRD Jember Berikan Dukungan Penuh
"Tugas dari DPRD Jember bukan hanya pengawasan, tetapi juga budgeting agar bisa mengawal penggunaan anggaran negara," ujarnya saat acara, Sabtu 21 Desember 2024.
Selain itu, pihaknya menerangkan dalam pengelolaan anggaran di Jember memang dibahas sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Jadi kita akan melakukan pembahasan dengan Pemkab Jember, sehingga bisa menganggarkan kebutuhan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah," imbuhnya.
"Sehingga, kita sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Contohnya saat ini soal kebutuhan petani, meningkatkan pelayanan publik dan beberapa sektor lainnya," terangnya.
Di sisi lain, Anggota Komisi B ini juga menyampaikan agar peran dari mahasiswa juga sangat dibutuhkan sebagai kontrol terhadap kebijakan yang diambil.
"Mahasiswa ini memberikan kontribusi positif melalui penelitian, advokasi dan partisipasi aktif dalam penentuan kebijakan," tuturnya.
Ia mencontohkan, saat adanya kebijakan kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu dan gerakan mahasiswa meminta agar kebijakan itu dibatalkan.
"Nah, ini contoh peran dari mahasiswa, karena sangat penting dalam membangun konstruksi pemikiran dan menyambungkan aspirasi masyarakat," ungkapnya.