Tetapi perasaan dari pengidap narsistik akan lebih tersinggung dan lebih depresi ketika mendapatkan kritikan.
Ia cenderung lebih menyembunyikan rasa malu dan rasa “terhina", setelah itu akan muncul reaksi kemarahan, penghinaan, dan meremehkan orang lain hingga membuat dirinya terlihat lebih baik.
Baca Juga: Ditinggal Ibu saat Sakit! Talitha Curtis Blak-blakan Bongkar Alasannya Jualan Risol Pinggir Jalan
Masalah kepribadian seperti ini pada umumnya muncul saat remaja hingga usia awal dewasa.
Sementara itu mengenai penyebab utama dari masalah kepribadian narsistik masih belum diketahui secara pasti jelas.
Tetapi keadaan tersebut bisa terjadi karena masalah yang kompleks, salah satunya masa kanak-kanak yang disfungsional
Baca Juga: Penampilan Raffi Ahmad Pakai Baju Adat Bikin Pangling, Netizen: Ibu CEO Makin Dekat sama Bapak UKP..
Faktor disfungsional itu ditimbulkan daei orang tua yang terlalu memanjakan anaknya secara berlebihan, ekspektasi terlalu tinggi pada anak, perlakuan kejam pada anak, serta sering mengabaikan anak.
Selain itu ada yang mengatakan kalau kondisi itu terjadi karena faktor genetik atau riwayat narsistik pada anggota keluarga sendiri.
Keadaan tersebut dikatakan bisa berdampak juga dari hubungan antara otak dengan perilaku, serta pemikiran ikut berperan dalam perkembangan gangguan kepribadian narsistik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!