Sontak saja, lambannya polisi mengusut kasus penganiayaan ini menuai sorotan publik.
“Apa @DivHumas_Polri sudah tahu kasus ini? Kenapa banyak kasus pelanggaran hukum harus menunggu viral baru ditindaklanjuti?,” tulis akun X @Safeufxxx.
“Laporan udah 2 bulan. Sudah ada visum tapi belum ditindaklanjuti. Itu SOP kepolisian gimana
@DivHumas_Polri. Kalau terbukti ada kelalaian petugas di polsek atau polresta, hukuman untuk oknum kepolisian yang melalaikan laporan itu apa pak @ListyoSigitP,” tulis akun X @RajaFadxxx.
Di lain sisi, sejalan dengan viralnya kasus penganiayaan yang dilakukan GSH, sejumlah netizen mengungkapkan sisi lain dari toko roti yang berada di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur tersebut.
“Ini sulit om backingannya, udah sering ribut sma karyawannya gara2 gajian molor trus mana kecil bnget gajinya, pernah liat ex karyawannya mau ribut sma doi di depan tokonya,” tulis akun X @i_kexxx.
“Ini toko roti emng problematik banget. Gw punya sodara pernah kerja disitu. Selalu nangis mulu klo kerja disitu, karyawan jadi suka ganti-ganti. Dan yaa karna ownernya brengsek. Mana gajinya kecil banget lagi anj,” tulis akun X @sendalterrbxxx.
Lantas, siapa sosok GSH? Anak bos toko roti yang melakukan penganiayaan pada pegawai hingga menyebut dirinya kebal hukum.
Belakangan diketahui, berdasarkan penelusuran netizen, GSH ialah George Sugama Halim.
Lewat akun Instagramnya @george_halim89, ia mengaku tak takut toko rotinya akan kehilangan pelanggan usai kasus ini terungkap ke publik.
“Rezeki sudah ada yg ngatur, bukan Anda yang ngatur rezeki saya,” tulisnya lewat postingan yang diunggah ulang akun X @Nugokxxx.
GSH bahkan menantang netizen agar berhati-hati meninggalkan komentar di media sosial. Ia tak segan-segan menjerat netizen dengan pasa UU ITE.
“Pesan saya untuk kalian semua, berhati-hatilah comment di medsos karena ada pasal UU ITE yg dapat dilaporkan,” tandasnya.