SketsaNusantara.id - Anak bos toko roti di kawasan Cakung, Jakarta Timur (Jaktim) berinisial GSH, secara membabi buta menganiaya seorang karyawati hingga babak belur.
Bukan hanya dianiaya hingga babak belur, sosok karyawati itu pun disebutkan belum mendapat gaji.
Video penganiayaan itu pun viral dan beredar di media sosial, salah satunya diunggah akun X @omJ_JeNggot.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun X tersebut, dijelaskan bahwa penganiayaan terjadi pada 17 Oktober 2024.
Namun hingga kini, pelaku belum tersentuh hukum, padahal korban sudah melaporkan peristiwa yang dialaminya ke polisi sejak dua bulan lalu.
Sementara itu, dalam video yang beredar, anak bos toko roti itu terlihat melempar mesin EDC hingga kursi kepada korban yang belakangan diketahui bernama Dwi Ayu Darmawati (19).
Korban pun menjelaskan kronologi penganiayaan yang dilakukan anak bos toko roti tempatnya bekerja.
"Sekitar jam 9 malam, posisi saya sedang bekerja, hari itu saya shift hanya berdua, saya dan teman saya," ungkap korban.
Di saat korban tengah bekerja seperti biasanya, tiba-tiba pelaku, yakni anak bos toko roti tersebut datang lalu duduk di sofa dalam toko.
"Beberapa menit kemudian abang grabf**d datang membawa makanan yang dipesan pelaku, dan pelaku meminta saya untuk mengantar makanannya ke dalam kamar pribadinya," sambung korban.
Saat itu, korban merasa pelaku seolah memperlakukannya seperti babu. Lantaran bukan tugasnya, korban pun menolak perintah pelaku.
Artikel Terkait
Heboh Ketum Parpol Diduga Aniaya Wanita Hingga Masuk RS, Ini 17 Nama Ketua Umum Partai Politik: Bahlil Lahadalia hingga Zulhas
Sunan Kalijaga Update Info Kasus Dugaan Ketum Parpol Aniaya Seorang Wanita Muda: Terkait Pemberitaan...
Update Kasus Ibu Supriyani, Guru Honorer di Konawe Selatan yang Jadi Tersangka Aniaya Siswa Anak Polisi, Sudah Damai?
Sempat Dimintai Uang Damai 50 Juta, Inilah Fakta Terbaru Kasus Guru Supriyani yang Dituduh Aniaya Murid SD di Konawe Selatan
Usai Aniaya Dokter Koas di Palembang, Polisi Amankan Pria Baju Merah yang Viral! Endingnya Minta Maaf dan Ingin Berdamai?