Kamis, 4 Juni 2026

Tolak Antar Makanan, Anak Bos Toko Roti di Jakarta Timur Aniaya Karyawati hingga Babak Belur, Korban: Saya Dikatain Babu

Photo Author
Wilda Wijayanti, Sketsa Nusantara
- Minggu, 15 Desember 2024 | 07:30 WIB
Ilustrasi - Anak bos toko roti di Cakung, Jakarta Timur aniaya karyawan hingga babak belur.  (freepik)
Ilustrasi - Anak bos toko roti di Cakung, Jakarta Timur aniaya karyawan hingga babak belur. (freepik)

SketsaNusantara.id - Anak bos toko roti di kawasan Cakung, Jakarta Timur (Jaktim) berinisial GSH, secara membabi buta menganiaya seorang karyawati hingga babak belur.

Bukan hanya dianiaya hingga babak belur, sosok karyawati itu pun disebutkan belum mendapat gaji.

Video penganiayaan itu pun viral dan beredar di media sosial, salah satunya diunggah akun X @omJ_JeNggot.

Baca Juga: Nikmati Piknik di Waduk Wonorejo Tulungagung, Liburan Akhir Tahun Sambil Healing Disuguhi Pemandangan Gunung Willis hingga Sunset Memanjakan Mata

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun X tersebut, dijelaskan bahwa penganiayaan terjadi pada 17 Oktober 2024.

Namun hingga kini, pelaku belum tersentuh hukum, padahal korban sudah melaporkan peristiwa yang dialaminya ke polisi sejak dua bulan lalu.

Sementara itu, dalam video yang beredar, anak bos toko roti itu terlihat melempar mesin EDC hingga kursi kepada korban yang belakangan diketahui bernama Dwi Ayu Darmawati (19).

Baca Juga: Cek Harga Tiket! Melipir ke Malang, Sempatkan Main di Florawisata Santerra de Laponte, Bikin Libur Nataru 2025 Makin Berkesan

Korban pun menjelaskan kronologi penganiayaan yang dilakukan anak bos toko roti tempatnya bekerja.

"Sekitar jam 9 malam, posisi saya sedang bekerja, hari itu saya shift hanya berdua, saya dan teman saya," ungkap korban.

Di saat korban tengah bekerja seperti biasanya, tiba-tiba pelaku, yakni anak bos toko roti tersebut datang lalu duduk di sofa dalam toko.

Baca Juga: Seru dan Momerable! Abadikan Momen Liburan Natal dan Tahun Baru di 5 Spot Foto Paling Ikonik Kawah Ijen Banyuwangi

"Beberapa menit kemudian abang grabf**d datang membawa makanan yang dipesan pelaku, dan pelaku meminta saya untuk mengantar makanannya ke dalam kamar pribadinya," sambung korban.

Saat itu, korban merasa pelaku seolah memperlakukannya seperti babu. Lantaran bukan tugasnya, korban pun menolak perintah pelaku.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X