“Jadi buat teman-teman yang hendak sowan sebaiknya pikir-pikir lagi daripada kecewa dan malah timbul penyakit di hati,” tulis keterangan salah satu pengulas bernama Ibnu Jamil itu.
Bahkan, ada salah satu pengulas menyatakan Gus Miftah hanya ingin ditemui oleh orang kaya dan terpandang.
Pengulas mengaku, saat sampai di Ponpes Ora Aji, jangankan ditemui, segelas air pun tidak ia dapat. Padahal pengulas menerangkan, ia datang dari Yogyakarta dengan berjalan kaki.
“Yang mau ditemui yang kaya saja dan terpandang, kalau sama orang tidak punya dikira mau ngemis. Saya sudah mencobanya datang kesana dengan jalan kaki dari Jogjakarta.
Saya kesana 1 gelas air pun tidak, apalagi ditemui, saya tunggu sampai semalaman,” bunyi potongan ulasan Ponpes Ora Aji.
Di akhir ulasannya, pengulas bernama Joko itu menegaskan, kedatangannya ke Ponpes Ora Aji bukan untuk mengemis.
“Saya ke rumah Anda bukan mau ngemis,” tandasnya.
Bukan hanya itu saja, bahkan terdapat ulasan yang menyebut bahwa setiap kali Ponpes Ora Aji menggelar acara, kerap kali menimbulkan kemacetan, gara-gara tidak ada yang mengatur lalu lintas.
“Tolong sekali kerjasamanya. Kalau lagi ada acara, tolong dikasih tanda supaya jalan tidak dilewati, tolong juga supaya ada orang yang mengatur, karena bikin macet, tidak ada orang yang mengatur. (acara tanggal 11 Maret 2023),” tulis pengulas dengan nama akun G SK tersebut.
Ulasan-ulasan lain pun memperlihatkan bintang 1 yang disematkan pada review Ponpes Ora Aji.
Ada pula yang menyarankan agar tidak memasukkan anaknya ke Ponpes Ora Aji.
“Harus berpikir panjang untuk memasukkan anak-anak kita ke tempat pesantren ini,” tulis pengulas Ramdanil Syah.
Sebagaimana diketahui, nama Gus Miftah menuai hujatan publik usai ulahnya yang memaki penjual es teh, Sunhaji.