"Kepada Bapak Presiden, saya mengucapkan terima kasih. Saya anak yang berlatar belakang dari jalanan, bergaul dengan dunia premanisme dan klub malam, lalu diangkat derajat setinggi-tingginya oleh Presiden Prabowo Subianto adalah anugerah luar biasa dalam biasa dalam hidup saya," kata Gus Miftah sambil menangis.
Terakhir, Gus Miftah kembali menyampaikan permintaan maaf. Dengan suara bergetar, pendakwah berusia 43 tahun itu berterima kasih pada seluruh masyarakat Indonesia yang mengingatkannya untuk berbenah menjadi individu yang lebih baik.
"Sekali lagi, saya mengucapkan minta maaf dari lubuk hati saya yang paling dalam dan saya berterima kepada seluruh masyarakat yang sudah mengingatkan saya," pungkasnya.
Pengunduran diri Gus Miftah ini disambut baik oleh masyarakat. Banyak warganet yang meminta Gus Miftah memperbaiki diri dan menyebut pengunduran diri sebagai Utusan Khusus Presiden sebagai keputusan yang baik bagi pemerintahan Prabowo Subianto.
"Alhamdulillah. Yang legowo ya Gus, lain kali jangan diulangi, mbok ya dijaga omongannya, jangan sampe menyakiti orang lain," komentar salah satu netizen.
"Setidaknya keputusan ini menjadikan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto lebih baik. Semoga bisa jadi pelajaran bagi pejabat publik lainnya gak terkecuali presiden sendiri," komentar netizen lainnya.
Sebelumnya, Gus Miftah ramai jadi sorotan usai videonya mengejek pedagang es teh bernama Sunhaji di Magelang viral di media sosial.
Perkataannya dianggap merendahkan pedagang kecil dan tak pantas diucapkan seorang ulama apalagi statusnya sebagai pejabat negara.
Usai videonya viral, Gus Miftah sempat mendapat teguran dari Presiden Prabowo yang disampaikan melalui Setkab Mayor Teddy, hingga akhirnya meminta maaf langsung kepada Bapak Sunhaji.
Tak sampai di situ, muncul usulan evaluasi untuk Gus Miftah dalam rapat DPR RI karena perkataan dan jejak digitalnya yang kerap menuai kontroversi dan berdampak buruk bagi kerukunan beragama di Indonesia.
Terkait hal ini, Presiden Prabowo Subianto belum memberikan tanggapannya mengenai mundurnya Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden.