"Artinya itu sudah biasa terjadi sehingga kita harus berhati-hati dengan sebuah mental ketika ada orang datang kesana untuk meminta dikasihani dan itu bukan hanya terjadi pada Gus Miftah," tambahnya.
Baca Juga: Siapa Habib Zaidan? Ini Silsilah Ketua Majelis Sholawat Sekar Langit yang Terseret Ulah Gus Miftah
Apa yang dilontarkan Felix Siauw seolah mencoba memberikan kesadaran pada kita bahwa memang ada orang-orang yang dengan sengaja 'menempatkan diri' dalam posisi minta dikasihani.
Untuk itu Felix Siauw menegaskan dalam podcast bersama Deddy Corbuzier tersebut bahwa disanalah letak mental social problem yang perlu disikapi bersama.
Sebab pada akhirnya hal itu kemudian menjadi sama dengan para konten kreator yang menjadikan kesedihan dan kesengsaraan sebagai komoditas konten.
Pada kasus Sunhaji, Felix Siauw ikut senang ketika banyak orang yang kemudian tergerak membantunya.
Namun ada yang harus di garis bawahi bahwa jangan sampai apa yang dilakukan orang-orang terhadap Sunhaji bisa menimbulkan masalah yang baru baginya.
"Nanti akan ada banyak orang-orang yang merasa lebih butuh bantuan akan datang kepada dia (donatur)," tegas Felix Siauw.
Untuk itu Felix Siauw mencontohkan bagaimana cara Nabi Muhammad SAW menyelesaikan masalah umatnya diawali dari mental sehingga penyelesaiannya tanpa menimbulkan masalah yang baru.
Untuk itu Deddy Corbuzier dan Felix Siauw mengkritisi Willie Salim yang memberikan bantuan Rp 100 juta kepada Sunhaji, dijadikan konten lalu dilepas begitu saja.
Felix Siauw berpendapat bahwa terkadang manusia menolong yang lainnya tak ada niatan lainnya selain menolong, namun tanpa disadari kita telah membuat orang lain lebih kesulitan di kemudian hari disebabkan mentalnya yang belum jadi untuk mengangkat beban berat.
"Kalau kita paksa beban yang satu, kita pikir kita bisa mengangkat beban seberat itu dan beranggapan orang akan kuat mengangkat seberat itu pula, namun kemudian ia hancur karena beban yang kita berikan," jelas Felix Siauw.