news

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPPS di Kediri Ini Dirikan TPS Bernuansa Cafe

Rabu, 27 November 2024 | 18:40 WIB
Kades Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri Agus Joko Susilo (tengah) foto Bersama dengan anggota KPPS 01. (SketsaNusantara.id/Asad Choirudin)

SketsaNusantara.id – TPS Istimewa. Begitu Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 01 Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri menamakan TPS nya. Memasuki, TPS 01 tersebut, pemilih dimanjakan suasana seperti di cafe.

Selain tempat duduk antrian pemilih yang nyaman, anggota KPPS 01 juga meyediakan spot foto yang menarik. Saat masuk ke lokasi TPS, musik Jawa modern mengiringi para pemilih yang hadir.

Ketua KPPS 01 Sutikno kepada SketsaNusantara.id mengatakan, saat mendirikan TPS pihaknya memang sudah berencana untuk didesain seperti bangunan rumah Jawa.

Baca Juga: Anies Baswedan Tanggapi Kelanjutan Kasus Korupsi Impor Gula yang Menjerat Tom Lembong, Perjuangan Masih Panjang...

Dia menambahkan, dipilihnya tempat tersebut merupakan lokasi di tengah dua dusun. Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 582 di TPS 01 berasal dari dua dusun yang ada di Desa Jabon.

“Lokasi pendirian TPS 01 sengaja kami pilih di sini karena tempatnya di tengah-tengan dusun yang pemilihnya memilih di TPS sini. Jadi pertimbangannya agar pemilih tidak kejauhan,” ujar Sutikno, Rabu 27 November 2024.

Terkait dengan konsep pendirian TPS seperti suasana bangunan rumah Jawa, Sutikno mengaku mendapat dukungan penuh dari kepala desa setempat. Joglo yang menjadi bangunan utama TPS tersebut adalah milik pribadi kepala desa.

Baca Juga: Hadir Bersama Bobby Nasution ke TPS Bersama Ketiga Buah Hatinya, Penampilan Kahiyang Ayu Jadi Sorotan, Harga Tas yang Dipakai Setara...

Terkait biaya dalam mendirikan TPS, pihaknya juga menambah anggaran agar pendirian TPS terkesan bagus dan sesuai rencana.

Sutikno mengaku, untuk mendapatkan tambahan anggaran tersebut diambilkan dari hasil patungan semua anggota KPPS.

“Kami patungan dan anggota semuanya tidak ada yang keberatan. Karena hal itu sudah kita rencanakan jauh hari sebelum hari pelaksanaan pemungutan suara. Selain untuk biaya pendirian TPS, hasil patungan tersebut juga untuk membeli seragaman yang dikenakan saat bertugas. Kami bersepakat memakai baju adat Jawa, yakni batik lurik,” ungkap Sutikno.

Baca Juga: Kabar dari Pilkada 2024 di Sumatera Utara, 3 Orang Jadi Tersangka Pembawa Amplop Bernilai Ratusan Juta Rupiah Diduga Bagian dari Money Politik

Kenapa sampai susah payah mendirikan TPS seperti itu? Sutikno dan anggotanya berupaya agar partisipasi pemilih di TPS nya dapat maksimal.

“Makanya kami buat menarik. Kita buat agar TPS didirikan terkesan nyaman agar para pemilih mau menggunakan hak pilihnya dengan mendatangi TPS,” ujar Sutikno.

Halaman:

Tags

Terkini