Lebih lanjut, Pertamina akan melakukan investigasi hingga pengujian laboratorium untuk memastikan kualitas Pertamax aman dipakai dan tidak menimbulkan kerugian di masyarakat.
"Kami sudah menerima laporan dan memohon maaf atas kejadian ini," kata Heppy Wulansari selaku Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga pada hari Senin, 25 November 2024.
"Kami memahami kekhawatiran konsumen dan berupaya maksimal untuk mengatasi masalah ini dengan melakukan investigasi secara transparan serta melakukan pengambilan sample produk untuk diuji kualitasnya di Lemigas," imbuhnya.
Menurutnya, penyebab pasti kerusakan kendaraan belum bisa terdeteksi saat ini karena masih harus menunggu hasil pengujian laboratorium.
Meski begitu, Heppy menyebut kerusakan terjadi hanya pada beberapa tipe dan merk kendaraan tertentu, juga tidak semua kendaraan yang memakai Pertamax mengalami kerusakan yang sama.
Dengan demikian, belum bisa dipastikan semua kualitas BBM yang beredar di wilayah lainnya juga memiliki kualitas buruk seperti yang terjadi di Cibinong, Jawa Barat.
"Melihat dari video viral sepertinya berdampak pada mobil dengan tipe dan merk tertentu di wilayah Jawa Barat," ungkap Heppy.
"Meski begitu, kami akan memeriksa apakah penyebabnya dari produk Pertamax ini sehingga menimbulkan kerusakan pada komponen kendaraan, dan akan tetap serius menangani laporan lain jika masih ada ditemukan keluhan dari berbagai wilayah di Indonesia," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!