SketsaNusantara.id- Nama Rio Haryanto jadi perhatian publik lantaran kabar bahagia terkait lamarannya kepada sang kekasih.
Kekasih dari Rio Haryanto yang dikenal sebagai mantan pembalap Formula 1 ini bernama Athina Papadimitriou, yang ternyata adalah keponakan dari Sandiaga Uno.
Prosesi lamaran Rio Haryanto dan Athina Papadimitriou digelar di hari Minggu, 26 Mei 2024 yang hanya dihadiri oleh keluarga terdekat dengan suasana sederhana.
Selain itu, keduanya juga mengunggah beberapa foto prewedding di akun media sosial Instagram @rharyantoracing yang dikutip SketsaNusantara.id.
Kabarnya pasangan tersebut berencana akan menggelar pernikahan di tahun 2025 mendatang.
Sebenarnya, mengenai bagaimana kisah cinta Athina Papadimitriou dan Rio Haryanto ini tak bisa banyak diungkapkan.
Hal itu tentu saja karena selama ini Rio Haryanto sangat jarang dan bahkan hampir tak pernah mengekspos kemesraannya dengan sang kekasih.
Sebelumnya, Rio Haryanto pernah diberitakan menjalin kasih dengan artis ternama Yuki Kato.
Tetapi sayangnya hubungan antara Rio Haryanto dan Yuki Kato tersebut pada akhirnya harus berhenti di tengah jalan.
Setelah itu, muncul rumor Rio Haryanto yang akan segera melangsungkan pernikahan menyeruak di ranah publik.
Hal ini usai sejumlah rekannya menyampaikan kode-kode seputar hubungan asmara Rio dengan sosok Athina yang dikenal sebagi keponakan Sandiaga Uno.
Artikel Terkait
Geram! Bocor Foto Berdua dengan Pria Brondong, Benarkah Sudah jadi Pacar? Dewi Perssik: Dia Demen Sama...
Dituding Pacaran dengan Pria Brondong, Dewi Perssik Keras Menolak! Siapa Sosok yang Saat Ini Berhasil jadi Tambatan Hatinya?
Kado Terindah di Hari Guru Nasional, Guru Honorer Supriyani Dinyatakan Bebas Dengan Alasan Berikut Ini
Kinerja Cemerlang BUMN, Deviden Negara Capai Rp 85,5 Triliun di 2024, Target Rp 90 Triliun Menanti di 2025
Bongkar Sosok Rohidin Mersyah, Gubernur Bengkulu yang Resmi Ditangkap KPK Meski Harus Nyamar Rompi Polantas, Kasus Apa?
Tak Takut Dihujat, Deddy Corbuzier Blak-blakan Dukung Paula Verhoeven Dapat Hak Asuh Anak daripada Baim Wong: Hak Pribadi Dong