news

Viral, Fenomena Unik Gumpalan Putih dari Langit Mendarat di Kalimantan Tengah Mirip 'Awan Kinton' Dragon Ball, Begini Penjelasan BMKG

Senin, 18 November 2024 | 16:22 WIB
Momen gumpalan putih jatuh dari langit dan perlahan mendarat di Kalimantan Tengah, mirip awan kinton Dragon Ball (TikTok/alfian_565)

Pada wilayah pertambangan seperti di Muara Tuhup, kemungkinan besar gumpalan itu berasal dari uap panas yang terbentuk akibat aktivitas industri atau pembakaran tertentu.

Baca Juga: Siapa Menantu Mahfud MD? Profil Zahwa Nadhira Istri Royhan Akbar, Pendidikan Mentereng dan Asal-Usul Keluarga Disorot

Uap tersebut kemudian terkondensasi di udara hingga membentuk gumpalan mirip awan.

Lebih lanjut, Ida Pramuwardani selaku Ketua Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG menyebut awan adalah kumpulan partikel air atau kristal es yang berkumpul di atmosfer lalu terbentuk ketika uap air di udara mengembun atau mengkristal.

Meskipun tampak seperti benda padat yang mengambang, awan sebenarnya terdiri dari tetesan air atau kristal es kecil yang tersebar dalam jumlah besar.

Baca Juga: Laporan Dugaan Pidana Pemilu Oknum Panwascam Sumberbaru, Bawaslu Jember Tunggu Laporan Perbaikan

"Gumpalan putih yang kita lihat dalam video viral sebagai awan jatuh itu sebenarnya adalah presipitasi seperti hujan dan hujan es, yang merupakan hasil penggabungan dari tetesan atau kristal es hingga menjadi cukup besar untuk mengatasi arus udara dan jatuh ke permukaan Bumi," kata Ida pada hari Sabtu, 16 November 2024.

Selain itu, ahli meteorologi juga menekankan bahwa fenomena ini tidak ada kaitannya dengan kejadian alam luar biasa dan fenomena alam yang wajar terjadi.

Beberapa pakar dalam penelitian ilmiah menjelaskan bahwa proses pembentukan uap ini biasa terjadi di sekitar aktivitas yang melibatkan pelepasan gas panas ke atmosfer.

Baca Juga: Herry Ario Naap, Calon Bupati Biak Numfor Tersandung Isu Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur! Korban Laki-Laki?

Ketika uap atau gas panas bertemu dengan udara dingin maka terjadi kondensasi hingga dapat menghasilkan gumpalan putih yang menyerupai awan.

Fenomena yang menarik perhatian publik ini kadang disalahgunakan untuk menyebarkan berita bohong seperti pertanda akan terjadi bencana alam atau sesuatu yang buruk.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada berita bohong yang menarasikan hal tersebut sebagai fenomena aneh tanpa dasar penjelasan ilmiah yang jelas.

Baca Juga: Milad ke-112 Muhammadiyah, Mengenang Sejarah Organisasi Islam yang Didirikan KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta

Fenomena seperti ini menunjukkan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap proses alam dan dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan.

Halaman:

Tags

Terkini