SketsaNusantara.id - Baru-baru ini, media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya surat ancaman bom di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, Jawa Barat.
Dalam foto yang beredar di media sosial, tampak surat ancaman bom ditujukan untuk Rektor Universitas Katolik Parahyangan dengan tujuan untuk menghentikan acara wisuda.
Diketahui, acara Wisuda II Tahun Akademik 2024/2025 dilaksanakan di Universitas Katolik Parahyangan pada hari Jumat dan Minggu, 15-17 November 2024, akhir pekan ini.
Baca Juga: Viral, Anak Bule Ditinggal Ibunya dalam Bus saat Wisata ke Jawa Timur, Netizen: Lagi Syuting Film 'Home Alone: Lost in Java'
"Kami menyembunyikan beberapa Bom Panci dan Bahan Peledak lainnya dalam ruang Auditorium Lt.2 Pusat Pembelajaran Arntz-Geise dan surat ini adalah peringatan bahwa kami akan meledakkan ruangan tersebut jika acara wisuda terlaksana," begitulah isi surat yang diunggah akun X @deathangel404 pada hari Jumat, 15 November 2024.
Dengan jelas, pengirim surat tersebut mengancam pihak kampus untuk menghentikan acara wisuda sebagai satu-satunya tindakan yang harus dilakukan jika tidak ingin bom diledakkan.
Lebih lanjut, oknum yang mengirim surat ancaman juga meminta kampus untuk tidak melapor kepada polisi atau aparat keamanan.
Baca Juga: Foto Lawas Vanessa Nabila Diduga Sebelum Oplas Beredar, Netizen Minta Tips Cantiknya
"Segera batalkan acara tersebut beserta kegiatan yang berhubungan dengannya dan Jangan berani melakukan penggeledahan atau pemindaian atau menghubungi aparat kepolisian, karena kami tidak segan untuk bertindak," sambung surat tersebut.
"Kami percaya keputusan anda dilakukan secara rahasia dan tidak perlu menimbulkan kegaduhan atau kepanikan massal yang tidak perlu dengan melibatkan aparat kepolisian/keamanan. Bertindaklah bijak atau hadapi konsekuensinya, ingat ini adalah peringatan pertama dan terakhir untuk anda," pungkasnya.
Surat tersebut seketika mencuri perhatian publik dan menjadi perbincangan di media sosial.
Baca Juga: Ramai di Media Sosial X Isu Tiara Andini Masih Dekat dengan Alshad Ahmad hingga Liburan ke Jepang, Netizen: Redflag Cocok...
Salah satu yang menjadi perhatian netizen adalah pihak pengirim surat yang tertulis dengan jelas dari Jamaah Ansharut Daulah pada bagian bawah.
Berdasarkan penelusuran SketsaNusantara.id dari berbagai sumber, diketahui Jamaah Ansharut Daulah (JAD) merupakan kelompok militan yang memiliki hubungan dengan Dr. Azahari dan Noordin M. Top.
Keduanya merupakan gembong teroris yang mengklaim akan bertanggungjawab atas peristiwa pengeboman di beberapa wilayah di Indonesia.
Kelompok tersebut juga diduga terlibat dalam aksi pengeboman di Indonesia salah satunya insiden pengeboman di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Surabaya yang terjadi pada tahun 2018 lalu.
Baca Juga: Bakal Jadi Pertandingan Bersejarah, Laga Indonesia vs Jepang 15 November Ternyata Bertepatan dengan Momen Penting Ini di Tanah Air
Sementara itu, netizen juga berharap tidak terjadi hal-hal yang diinginkan di acara wisuda yang diselenggarakan hari ini di Universitas Katolik Parahyangan Bandung.
"Semoga gak kejadian, pasti panik itu yang mau wisuda hari ini. gak habis pikir aja, masih ada orang yang ngancem-ngancem surat kaleng jaman sekarang," komentar salah satu netizen.
"Semoga gak terjadi apa-apa, pihak Unpar bisa bijak menanggapi ini dan gak perlu panik karena Setauku ada banyak CCTV di lingkungan di Unpar, kalo memang benar ada ancaman bom dipasang di sekitaran PPAG Arntz Geise harusnya ketahuan siapa pelakunya," imbuh netizen lainnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!