Anis menempuh pendidikan dasar di SD Inpres Welado, SMP Darul Arqam hingga menamatkan sekolahnya setelah lulus dari SLTA Darul Arqam pada tahun 1986.
Politisi pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengaku mulai belajar bahasa Arab secara intensif sejak usia 11 tahun.
Diketahui, Anis melanjutkan pendidikan sarjana di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Jakarta dan lulus pada tahun 1992.
Pengalaman pendidikan agama dan bahasa sejak kecil menjadikan Anis sebagai sosok yang memiliki kemampuan linguistik yang mumpuni.
Baca Juga: Disambut Jajar Kehormatan Tentara AS, Prabowo Temui Biden di Gedung Putih untuk Perkuat Kemitraan
Tak heran, Anis Matta fasih dalam bahasa Arab ketika mewakili Indonesia di forum besar seperti KTT OKI.
Selain memiliki latar belakang akademik yang kuat, Anis Matta juga aktif sebagai penulis produktif dan pemikir politik strategis.
Sebelum menduduki jabatan Wakil Menteri Luar Negeri, Anis memulai karir politiknya sejak mendirikan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada 1998.
Kemudian, Anis mendirikan Partai Gelora untuk menawarkan perspektif baru dalam politik Indonesia pada tahun 2019 bersama Fahri Hamzah.
Baca Juga: Kepung KPU Jember, Ratusan Pendemo Beberkan Bukti Oknum Penyelenggara Diduga Tak Netral
Dalam pernyataannya, Anis pernah menekankan pentingnya mempelajari bahasa dunia, seperti bahasa Inggris dan Arab.
Mantan Anggota DPR pada periode 2004-2013 itu mencontohkan bagaimana bangsa Inggris dan Arab menjadi bangsa besar, berkontribusi pada perkembangan dunia tanpa dibatasi oleh wilayah dan jumlah populasi.
Kepiawaiannya dalam berbahasa asing dan pengalaman internasionalnya di KTT OKI 2024 menjadi bukti bahwa Anis Matta adalah sosok Wakil Menteri Luar Negeri yang bisa diandalkan dalam diplomasi dunia dengan harapan besar Indonesia bisa berperan serta dalam menghentikan konflik di Timur Tengah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!