SketsaNusantara.id - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pemilu Jurdil (AMP2J), menggelar aksi turun jalan untuk menuntut adanya dugaan ketidaknetralan dari penyelenggara pemilihan.
Aksi yang dihadiri hampir 600 orang ini, melakukan protes di depan DPRD Jember dan langsung dilanjutkan ke KPU serta Bawaslu Jember.
Gerakan masyarakat ini merupakan buntut dari banyaknya temuan yang dilakukan oleh penyelenggara pemilihan, Koordinator Aksi Adil Satria mengatakan bahwa banyak temuan penyelenggar yang tidak netral.
Apalagi, penyelenggara pemilu tersebut menurut Adil mengkampanyekan paslon nomor urut 01 Hendy Siswanto-Muhammad Balya Firjaun Barlaman, hingga level bawah.
Salah satu orator aksi, Rully Efendi menyampaikan ada salah satu Panwascam Kecamatan Sumberbaru yang viral di medsos, dan memenangkan paslon 01.
“Panwascam itu bernama Jovita, yang mengajak penyelenggara tingkat desa melakukan kecurangan dengan memenangkan paslon 01,” ujarnya saat orasi di DPRD, Rabu 13 November 2024.
Rully menegaskan, apa yang dilakukan Panwascam Sumberbaru itu sudah mengkhianati demokrasi di Jember.
“Memang sudah jelas oknum Panwascam Sumberbaru itu malah memberikan ide kepada bawahannya, untuk memberikan kopi yang dicampur obat CTM,” imbuhnya.
Rencana tersebut, menurut Rully sebagai pembunuhan berencana yang sudah disiapkan sejak awal oleh oknum penyelenggara dalam melakukan kecurangan.
Kemudian, hal senada juga disampaikan oleh salah seorang orator lainnya Kustiono Musri menjelaskan, jika selama penyelenggaraan pemilu mulai tahun 2005 hingga sekarang, maka tahun ini yang paling amburadul dan brutal.
“Kami melihat bahwa tahun ini adalah Pilkada yang palinh brutal karena kecurangan yang terjadi ini, dilakukan secara TSM. Namun hingga saat ini belum ada tindakan, maka komisioner KPU dan Bawaslu harus dipecat,” tegasnya.