news

Siapa Julpan Tambunan? Ini Sosok Pejabat Kadin Padang Sidempuan yang Anaknya Jadi Sorotan Usai Somasi Gadis 14 Tahun Gegara Video Asusila

Selasa, 12 November 2024 | 18:00 WIB
Potret Julpan Tambunan, Ketua Kadin Padang Sidempuan yang anaknya jadi sorotan karena laporkan gadis 14 tahun gegara video asusila (Instagram/kadinpadangsidempuan_/X/dhemit_is_back)

Julpan merintis usaha mulai tahun 2001 di dunia bisnis dan juga aktif sebagai pengurus di beberapa organisasi.

Baca Juga: Banjir Dukungan dan Doa Netizen jadi Sorotan, Apa Isi Surat yang Ditulis Tom Lembong dari Dalam Penjara?

Berdasarkan penelusuran SketsaNusantara.id, Julpan Tambunan diketahui sebelumnya adalah seorang jurnalis dari media Koran Mimbar Umum yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan juga pernah jadi pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Tabagsel.

Kini, anak Julpan menjadi sorotan publik karena anaknya (inisial MRST) melakukan hal tak senonoh bahkan menuding gadis remaja 14 tahun sebagai penyebar video asusila.

Kasus ini berawal dari MRST yang sebelumnya menjalin hubungan dengan SRP. Putri Tupar Sabar Pardede tersebut dipaksa melakukan panggilan video dan disuruh melakukan hal tak senonoh namun ditolak oleh SRP.

Baca Juga: Diduga Ada Ketidaknetralan Penyelenggara, DPC PKB Jember Sebut Dilakukan Secara TSM: Ini Pelecehan Demokrasi

Kesal keinginannya tak terpenuhi, MRST lantas mengirimkan video asusila melalui WhatsApp dengan fitur sekali pakai untuk menghilangkan jejak.

Korban pun melaporkan perbuatan MRST kepada keluarga Julpan karena terbilang meresahkan. Namun, Julpan malah mengancam akan melaporkan SRP ke polisi jika video tidak dihapus.

Sempat dilakukan mediasi tapi gagal, keluarga korban akhirnya melapor ke polisi. Berharap mendapat keadilan, yang ada malah SRP dijadikan sebagai tersangka dan menerima somasi dari keluarga Julpan Tambunan.

Baca Juga: Diduga Ada Ketidaknetralan Penyelenggara, DPC PKB Jember Sebut Dilakukan Secara TSM: Ini Pelecehan Demokrasi

Tupar Sabar Pardede kecewa SRP diperlakukan tidak adil dan diminta untuk meminta maaf padahal putrinya adalah korban. Beberapa bukti sudah diberikan ke Polres Padang Sidempuan, namun tak diterima oleh Pihak berwajib.

"Tolong diperhatikan anak kami untuk mendapat keadilan, karena bukti yang kami punya semua sudah diberikan tapi tidak diterima, malah kena somasi, anak sekecil ini tidak tahu somasi itu apa," kata Tupar.

"Saya berharap bisa mendapatkan keadilan hukum, kami cuma bisa mengandalkan netizen dan pihak berwajib," kata korban sambil menangis.

Baca Juga: Siapa Iptu Muh Idris? Kapolsek Baito yang Dicopot Jabatannya Usai Diduga Memeras Guru Supriyani! Baru 7 Bulan Menjabat?

"Karena meskipun saya bilang jujur, tetap saja dituduh meyebarkan video itu, tolong kami. Jangan karena kami orang susah bisa ditindas seperti ini," pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini