Pernyataan Kushner tersebut memancing kontroversi melalui pandangannya yang dianggap meremehkan hak-hak warga Palestina.
Ia menyebut properti tepi pantai Gaza sebagai aset berharga yang seharusnya dikembangkan untuk kesejahteraan ekonomi. Menurutnya, Israel perlu "membersihkan" Gaza dari terowongan dan senjata yang, menurutnya, selama ini hanya menciptakan ketegangan dan menghambat pembangunan.
Pernyataan ini menuai kritik tajam karena dianggap meremehkan kebutuhan masyarakat Palestina dan lebih mengutamakan keuntungan ekonomi di atas hak asasi manusia.
Banyak yang menilai bahwa pendekatan Kushner terhadap perdamaian hanya memperkuat dominasi Israel atas Palestina, tanpa memberikan solusi adil bagi pihak Palestina.
Dengan berbagai kritik dan kontroversi yang dilakukannya, Jared Kushner kini enggan masuk ke pemerintahan AS meski Donald Trump kembali terpilih jadi Presiden Amerika Serikat untuk periode 2025-2029.
Begitu pula dengan Ivanka Trump yang pernah mendampingi Donald Trump di Gedung Putih pada pemerintahan sebelumnya yang memilih untuk fokus mengurus keluarga mereka di Miami.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!