Namun, Lucky Hakim mengaku ia justru merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut.
“Iya dilalah-nya, saya memang tidak nyaman dengan itu, karena saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, yang menggaji si wakil bupati ini, adalah orang-orang yang kerja keras,” tuturnya.
Dikatakan Lucky Hakim, dengan kondisi Indramayu yang menjadi wilayah panas, masyarakat di sana harus banting tulang demi mendapatkan penghasilan.
“Orang sampai pada gosong kulitnya karena jadi petani, kadang-kadang gagal panen, nelayan nyari ikan susah, terus mereka membayar saya, pada saat itu lumayan lah, bagi saya lumayan ya, it’s around hampir 200 juta per bulan,” tuturnya.
“Anggap saja Rp200 juta per bulan, sayang amat kalau cuma nganggur,” tandasnya.
Sementara itu, Lucky Hakim dan Nina Agustina belakangan ini seolah terlibat dalam perang dingin.
Berawal dari viralnya video marah-marah Nina Agustina pada warga yang dituding orang suruhan Lucky Hakim, karena telah mencegatnya saat kampanye.
Perang dingin itu pun seolah berlanjut saat debat Pilbup Indramayu yang digelar baru-baru ini.
***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI