SketsaNusantara.id - Kasus judol belakangan ini masih ramai jadi perhatian publik usai penangkapan sejumlah oknum pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Penangkapan sejumlah karyawan Komdigi (sebelumnya adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo) ini ikut menyeret nama Budi Arie Setiadi yang sebelumnya menjabat sebagai Menkominfo.
Ketua Projo itu dituding ikut terlibat melindungi anak buahnya yang selama ini ikut berperan menjadi backingan situs judol di Indonesia.
Nama Budi Arie pun mendadak jadi trending di media sosial, bahkan Projo pun diplesetkan menjadi 'Pro J**i Online'.
Penyebutan Projo sebagai Pro J**i Online menjadi salah satu bentuk kekecewaan masyarakat karena Budi Arie tak kunjung diperiksa terkait kasus judol.
"Mau tau kenapa Budi Arie yang notabennya sebagai Ketum Projo diangkat Jokowi jadi Menkominfo? Karena Projo singkatan dari Pro J**i Online. Makanya situs judol yang sebagaian diblokir, sebagian dibina buat nyari cuan," sindir akun X @AnKiim_.
Sebelumnya, diwartakan sebanyak 12 pegawai Kominfo ditangkap karena terlibat melindungi situs judol di Indonesia.
Mereka mengaku meloloskan setidaknya 1.000 situs judol dari daftar 5.000 situs yang diblokir pemerintah.
Bahkan pelaku blak-blakan mendapatkan Rp 8,5 juta dari tiap situs yang disebut sebagai situs binaan yang sengaja tidak diblokir dan terhitung sudah meraup untung Rp 8,5 miliar.
Netizen juga mengungkap jejak digital Budi Arie yang dekat dengan Zulkarnaen Apriliantoni alias Toni Tomang dan Adi Kismanto alias Vallen. Keduanya merupakan karyawan Kominfo yang ditangkap karena terlibat kasus judol.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @yaniarsim, terungkap jejak digital Budi Arie yang pernah hadir ke resepsi pernikahan Adi Kismanto yang sebelumnya diberi kepercayaan untuk mengelola software crawling situs judol di Kominfo.