Selain itu, Abdul Qohar juga tak tahu menahu mengenai merk jam tangan yang dikenakannya sehari-hari.
Ia menyebut jam tangan seperti itu banyak dijual di pasaran dan karyawan kejaksaan yang lain juga banyak yang memakai jam tangan serupa dengan miliknya.
Penjelasan Abdul Qohar mencuri perhatian publik dan makin ramai jadi perbincangan netizen di media sosial.
Banyak warganet yang menduga Abdul Qohar akan membantah dugaan pemakaian jam tangan mewah dan menyindir pejabat kejaksaan tersebut menggunakan jam tangan KW alias imitasi.
"Klasik banget alasannya, emang udah dipersiapkan itu jam yang dipakai disiapin yang KW, yang asli disimpan setelah kemarin ketahuan pakai yang asli," komentar salah satu netizen.
"Pak, harga jam tangan aja Rp 4 juta gimana gak nangis kita yang gajinya UMR pas-pasan? Capek-capek bayar pajak ternyata buat nambah kekayaan pejabat negara, miris," imbuh netizen lainnya.
"Sesuai prediksi, anehnya ditanya merk apa gak tau, tapi inget harganya 4 juta, tapi memalukan sekelas pejabat Kejaksaan masa beli barang KW? melanggar aturan gak HAKI gak tuh karena mendukung beli barang imitasi alias palsu" komentar netizen lainnya.
Bahkan, ada pula netizen yang menawar jam tangan Abdul Qohar dengan harga tinggi, mengingat harga jam tangan mewah KW di pasaran dibanderol puluhan hingga ratusan juta rupiah.
"Coba saya pengen ketemu Dirdik @KejaksaanRI buat beli jam tangan yang dipakai itu. Saya pengen beli harga RP 10 juta, untung banyak dari harga beli Rp 4 juta. Tolong sampaikan," komentar akun X @Presiden_swasta.
"Pinter banget ngelesnya, kalau ada yang nawar Rp 5 juta dikasih dong ya," komentar akun @bukanchenbiasa.
Sementara itu, Abdul Qohar menyebut masalah jam tangan ini tak perlu dibesar-besarkan karena ia ingin fokus menyelidiki masalah kasus korupsi yang kini tengah ditangani kejaksaan.