Ia melihat, peristiwa itu terjadi karena ketidaktahuan masyarakat yang tidak bisa membedakan mobil mana yang ditumpanginya atau Nina Agustina.
“Rombongan saya dikawal juga oleh polisi, keliling-keliling Indramayu, mobil polisinya juga sama tuh, SUV mobil Patwal polisi, mobil saya Fortuner warna hitam,” tuturnya.
Sementara, sambung Lucky Hakim, rombongan Nina Agustina pun mendapat pengawalan yang sama, namun calon bupati Indramayu nomor urut 3 itu menaiki mobil Pajero warna hitam.
“Nah, karena kita keliling-keliling bersamaan, jadi banyak masyarakat yang berpikir itu mungkin mobil saya,” tuturnya.
Baca Juga: Ucapan dan Twibbon Sambut Hari Wayang Nasional 7 November 2024, Desain Kreatif Siap Unggah di Medsos
Menurut Lucky Hakim, aksi marah-marah yang dilakukan Nina Agustina seperti perundungan.
“Jadi karena nama saya disebut, maaf ibu bupati, ibu Nina, masyarakat Indramayu itu kan ya mungkin lugu, karena enggak bisa membedakan, enggak tahu antara mobil Fortuner hitam sama mobil Pajero hitam,” ungkapnya.
Ia pun menilai, ada baiknya agar Nina Agustina memaklumi ketidaktahuan masyarakat tersebut.
“Saya juga kan calon pejabat, saya juga pernah jadi pejabat, pejabat itu dibayar oleh keringatnya rakyat, keringatnya rakyat itu orang yang dimarah-marahi, itu adalah orang yang menggaji kita loh nantinya, kalau saya sih belum digaji sama rakyat, tapi kalau bupati, ini kan sudah digaji oleh rakyat,” tegasnya.
***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI