Dosen Ilmu Komunikasi dan Sosiologi Agama menjelaskan, paslon 01 dan 02 yang berkontestasi di Pilkada Jember memiliki background santri, maka hal yang disampaikan kepada para santri adalah hal yang wajar.
“Jadi bukan mempermasalahkan soal PKI atau bukan, tetapi masyarakat harus cerdas untuk fokus merespon program yang dicanangkan masing-masing terutama bagi santri dan ulama. Sehingga gak perlu terprovokasi isu tidak menarik itu,” tuturnya.
Minan menyebutkan, isu soal PKI ini bisa saja terjadi di panggung politik nasional manapun dan bisa direproduksi secara terus menerus, lalu disebarkan melalui media sosial.
“Hal ini bagi saya tidak relevan soal isu PKI ini, jadi masyarakat Jember sudah cerdas dan lebih fokus pada program dari 2 pasang calon yang diberikan untuk masyarakat Jember ke depannya,” ungkapnya.
Ia mengajak kepada masyarakat Jember agar lebih bijak dalam bermedia sosial, terlebih lagi bisa memilah konten yang berpotensi konflik dan memecah belah masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!