news

Petani Jombang Terbantu Adanya Layanan Informasi Debit dan Pengaturan Pembagian Air Irigasi

Kamis, 31 Oktober 2024 | 17:28 WIB
Petugas dari Bidang SDA Dinas PUPR Jombang saat rapat rutin dalam perencanaan dan realisasi debit air irigasi. (SketsaNusantara.id/Asad Choirudin)

SketsaNusantara.id – Kebutuhan air menjadi persoalan tersendiri di kawasan tertentu jika tidak dilakukan pengelolaan dengan baik. Selain penggunaannya tidak lebih, kebutuhan air untuk penggunaan irigasi selalu diharapkan tidak menjadi dampak yang dapat merugikan bagi para petani.

Atas dasar itu, Dinas PUPR Jombang terus berupaya mewujudkan penyediaan air irigasi yang cukup. Melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA), Dinas PUPR Jombang memberi kemudahan kepada Himpunan petani pemakai air (Hippa) untuk mendapatkan informasi debit dan pengaturan pembagian air irigasi.

“Ini adalah inovasi Dinas PUPR Jombang dan sudah berjalan. Hippa merasa terbantu dengan fasilitasi layanan informasi tersebut,” ujar Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Poncoroadi kepada SketsaNusantara.id, Kamis 31 November 2024.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Pemalang, 3 Kru TV One Tewas dan 2 Penumpang Terluka Saat Mobil Berhenti di Bahu Jalan, Apa Penyebabnya?

Sementara, Kabid SDA Dinas PUPR Jombang Sultoni menjelaskan, ketersediaan air irigasi merupakan salah satu faktor penting yang mepengaruhi indeks pertanaman dan produksi pertanaman.

Dia menegaskan, hal itu jelas mempunyai peran yang strategis dalam keberhasilan usaha pertanian.

“Karena itu, usaha pemanfaatan dan pengelolaan irigasi perlu lebih dioptimalkan lagi,” tandas Sultoni.

Baca Juga: Sakit Hati Pernah Gagal Tolak Impor Gula, Rieke Diah Pitaloka Dukung Kejagung Sikat Mafia Pangan Usai Tom Lembong Ditahan: Masa Cuma Satu Orang?

Dia bercerita, sebelum adanya fasilitasi informasi ini, dari sisi operasi jaringan irigasi, saat itu belum tersedia informasi yang cepat diterima kelompok petani pemakai air tekait kondisi ketersediaan debit irigasi di bangunan utama.

“Keterbatasan informasi ini menimbulkan keresahan, sehingga mereka harus mencari informasi sendiri dengan mendatangi bangunan utama (bendung) untuk memastikan kondisi debit irigasi,” ujar dia.

Tidak jarang, sebutnya, langkah itu memicu konflik antar kelompok petani pemakai air dengan kelompok lainnya dan juga dengan petugas juru pengairan.

Baca Juga: Posting Foto Nisan di Instagram, Nama Istri Dandhy Laksono Jadi Sorotan: Semesta Emang Suka Bercanda Ya

Atas salah satu kondisi yang muncul tersebut, pihaknya mencetuskan inovasi itu. Karena, sambung Sultoni, sesuai tugas pokok dan fungsi SDA, yaitu pelaksanaan pengelolaan sumber daya air.

Termasuk, ditambahkan, didalamnya pelaksanaan pembinaan kelompok pengelola irigasi.

Halaman:

Tags

Terkini