SketsaNusantara.id - Rieke Diah Pitaloka ikut angkat bicara terkait kasus dugaan korupsi impor gula di Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang menyeret nama Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Tom Lembong.
Penangkapan Tom Lembong yang dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung) pada hari Selasa, 29 Oktober 2029 kemarin membuatnya teringat kenangan pahit terkait kebijakan impor gula.
Anggota Komisi VI DPR RI yang dikenal khalayak luas sebagai Oneng di sitkom "Bajaj Bajuri" itu mengaku pernah sakit hati dengan kebijakan izin impor gula pada tahun 2016 lalu.
Melalui akun Instagram miliknya, Rieke Diah Pitaloka mengungkapkan ada beberapa orang yang disebutnya sebagai 'Mafia Pangan' pernah datang ke Komisi VI DPR RI untuk membahas soal izin impor gula mentah (raw sugar).
Rieke Diah Pitaloka mengaku penasaran dengan jumlah impor yang dilakukan pada masa Tom Lembong saat menjabat sebagai Mendag yang katanya lebih dari 105 ribu ton.
Ia lantas mengingat kembali peristiwa pada tahun 2016 saat rapat dengan Komisi VI DPR dengan Mantan Mendag Tom Lembong yang membuatnya sakit hati.
"Viral for Justice, kali ini kita dukung untuk Sikat Mafia Pangan, jadi mantan Menteri Perdagangan ditangkap karena memberikan izin impor gula mentah atau raw sugar ke beberapa perusahaan sebanyak 105 ribu ton," kata Rieke Diah Pitaloka sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah akun Instagram @riekediahp pada hari Rabu, 30 Oktober 2024.
"Aku penasaran nih, bener cuma 150 ribu ton? karena aku inget peristiwa nyelekit di hatiku saat rapat Komisi VI DPR dengan mantan menteri yang menyerahkan semua pada Tuhan (Tom Lembong) itu, karena akan ada izin impor gula mentah sebanyak 380 ribu ton," tuturnya.
"Saya menolak tegas karena tidak jelas itu datanya, tidak jelas roadmap impornya, dan saat itu impor akan datang bertepatan dengan panen raya waktu digilingnya tebu hasil petani yang pastinya akan merugikan petani kita," ujar Rieke.
Rieke Diah Pitaloka bahkan blak-blakan membeberkan adanya intimidasi dari pihak tertentu agar Komisi VI DPR RI menyetujui izin impor gula.
"Waktu itu gak masuk di logika aku ya, ada intimidasi kaya gitu untuk menyetujui impor bawa pasukan ke Komisi VI DPR," ucap Rieke.