Pria berusia 53 tahun itu, bahkan terang-terangan pernah menyebut dirinya menyesal bergabung dengan kabinet Jokowi dan bahkan sempat bersiteru dengan Luhut Binsar Pandjaitan.
Perseteruan berawal ketika nama Tom Lembong disebut-sebut Gibran dalam debat cawapres ketika membahas soal pemerataan ekonomi di Indonesia.
Pada panggung debat cawapres yang diselenggarakan KPU bulan Januari 2024 lalu, Gibran menyindir Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang mendapat contekan dari Tom Lembong.
Cak Imin lantas membalas sindiran Gibran dengan menyebut Gibran kangen dengan Tom Lembong yang dulu pernah 7 tahun bekerja dengan Jokowi.
Baca Juga: Tom Lembong Ditahan di Rutan Salemba, Postingan Terbaru Cak Imin Jadi Bulan Bulanan Netizen
Tom Lembong juga sempat merespon pemanggilan namanya di panggung debat sebagai hal yang lumrah hingga menyebut bahwa dirinya sudah 6 tahun memberikan contekan pada Jokowi ketika berada di forum internasional.
Tak ayal, para pendukung Prabowo-Gibran dan Jokowi pun merasa kesal termasuk Luhut Binsar Pandjaitan.
Mentan Menteri Koordinato Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) itu menyebut Tom Lembong melanggar etika profesional.
Dalam video yang diunggah di akun Instagramnya, Luhut menyebut sudah jadi tugas Tom Lembong sebagai menteri untuk membantu presiden.
"Anda jangan ge-er dengan bilang sering kasih note ke ayahnya Mas Gibran. Memang anda lakukan itu sudah hebat? Tidak," ujar Tom Lembong sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @luhut.pandjaitan.
"Itu memang sudah tugas anda sebagai pembantu presiden, dan tidak hanya Tom Lembong tapi ada Menlu bu Retno di pertemuan bilateral yang ikut kasih catatan," imbuhnya.
Luhut bahkan memberikan pesan menohok hingga membeberkan kinerja Tom Lembong yang memiliki banyak kekurangan.