SketsaNusantara.id - Tardjo Ragil dari Akbar Tandjung Institute menyoroti komitmen Presiden RI Prabowo Subianto dalam mengedepankan nilai antikorupsi di lingkungan Kabinet Merah Putih.
Komitmen ini, menurut Ragil, tampak dari pesan moral yang kerap disampaikan Prabowo.
“Penekanan Prabowo menyangkut nilai antikorupsi yang diulang dalam berbagai kesempatan itu, secara simbolik hendak memberikan pesan moral penting,” ungkap Ragil dalam kolom opininya di Kompas yang dikutip, Selasa 29 Oktober 2024.
Prabowo juga mengingatkan agar para menteri dan wakil menteri di kabinetnya berhati-hati dalam menggunakan kekuasaan mereka agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang.
“Khususnya, kepada para penyelenggara negara dalam posisinya sebagai abdi rakyat, agar tidak menyalahgunakan jabatan (abuse of power) yang telah diamanahkan,” lanjutnya.
Ragil menilai, sikap tegas Prabowo terhadap antikorupsi didorong oleh latar belakang keluarga Prabowo yang memiliki reputasi tinggi dan menjunjung nilai integritas.
Ia merasa Prabowo memiliki tugas moral untuk melanjutkan warisan kakek dan ayahnya, Margono Djojohadikusumo yang merupakan ekonom serta Direktur pertama Bank Indonesia, dan Sumitro Djojohadikusumo yang dikenal sebagai seorang ekonom dan politisi berintegritas.
“Sebagai seorang presiden yang lahir dari garis keturunan dengan menyandang nama besar, Prabowo seolah ingin menjaga martabat dan kehormatan keluarga besarnya,” jelas Ragil.
Ragil memaknai langkah Prabowo dalam menekankan antikorupsi kepada para menteri dan wakil menteri sebagai bentuk peringatan agar mereka menjaga integritas serta bekerja dengan penuh tanggung jawab kepada rakyat.
“Boleh jadi, penekanan soal antikorupsi yang ditegaskan berulang itu, adalah bentuk kesungguhan Prabowo untuk melanjutkan legasi yang telah diwariskan oleh kakek dan ayahnya,” katanya.