SketsaNusantara.id - Peneliti dari Akbar Tandjung Institute, Tardjo Ragil, menyoroti pentingnya sikap antikorupsi yang ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam jajaran kabinetnya.
Menurutnya, langkah Prabowo ini menjadi angin segar di tengah kelamnya wajah politik Indonesia yang sering kali dirundung skandal korupsi.
Dalam pandangan Ragil, krisis moral dan mental yang dihadapi para penyelenggara negara menjadi penyebab utama dari berbagai skandal yang mencoreng institusi pemerintahan.
Ia mengingatkan bahwa kejadian seperti penangkapan Zarof Ricar, bekas pejabat Mahkamah Agung, oleh Kejaksaan Agung baru-baru ini, menunjukkan betapa akutnya masalah korupsi.
Dari kasus itu, uang senilai Rp 920 miliar dan 51 kilogram emas batangan turut disita.
Ketegasan Prabowo, menurut Ragil, mencerminkan upayanya melanjutkan nilai-nilai integritas yang diwariskan oleh keluarganya.
Prabowo berulang kali menekankan bahwa integritas dan kapabilitas adalah prasyarat tak terpisahkan dalam membangun Indonesia yang kuat.
Ia bahkan memberi peringatan keras kepada para pejabat kabinet agar memenuhi standar tersebut atau sebaiknya mengundurkan diri.
"Bagi Prabowo, integritas dan kapabilitas adalah syarat mutlak untuk membangun kejayaan Indonesia kedepan. Ibarat dua sisi mata uang, antara kapabilitas dan integritas itu saling melekat, tak bisa dipisahkan. Karena itu, apabila kelak ada jajaran kabinet merah putih yang performanya tak sanggup memenuhi kedua kriteria itu, sebaiknya mundur saja," kata Ragil.
Lebih jauh, Ragil berharap sikap tegas ini diwujudkan dalam kebijakan nyata yang berfokus pada kepentingan publik.
Tata kelola yang bersih hanya mungkin terwujud dengan dukungan para pejabat berintegritas tinggi yang benar-benar mendahulukan bonum publicum, atau kebaikan bersama.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!