Gedung ini disewa pelajar STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen dan Rechts Hooge School (RHS).
Mohammad Yamin, salah satu tokoh Sumpah Pemuda juga indekost di bangunan ini.
3. Tempat Naskah Sumpah Pemuda Diikrarkan
Pada September 1926, bangunan ini dijadikan sebagai sekretariat Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI).
Baca Juga: 7 Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2024 di Sekolah dan Instansi, Inspiratif dan Bermakna
Gedung ini pun menjadi saksi lahirnya naskah Sumpah Pemuda yang dikenal hingga saat ini.
4. Jadi Cagar Budaya
Pada tahun 1968, Gedung Sumpah Pemuda yang dulu bernama Gedung Kramat 106 ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Gubernur Jakarta, Ali Sadikit.
Penetapan Gedung Sumpah Pemuda sebagai cagar alam tak lepas agar nilai sejarah di dalamnya terpelihara.
Baca Juga: 5 Ide Murah Lomba Peringatan Sumpah Pemuda 2024 Tingkat RT, Seru dan Berkesan
5. Beralihfungsi Beberapa Kali
Selain indekost, dan rumah tinggal, gedung ini juga pernah mengalami perubahan fungsi beberapa kali.
Pada 1937-1948 gedung ini disewa Loh Jing Tjoe dan digunakan sebagai toko bunga.
Lalu pada 1948-1951 diubah fungsi sebagai hotel dengan nama Hotel Hersia.