SketsaNusantara.id - Pada debat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jember, nomor urut 02 Muhammad Fawait-Djoko Susanto memastikan anggaran retribusi pasar akan dikembalikan seperti semula.
Pasalnya, dengan naiknya angka retribusi pasar membuat tersebut berdampak pada naiknya angka pengangguran di Jember.
Gus Fawait mengatakan, angka pengangguran di Jember masih tinggi dan penurunan landai sekali, hal ini menjadi salah satu pengungkit terjadinya pengangguran.
Baca Juga: Gus Fawait Kritisi Pengelolaan Tambang Galian C di Jember, PAD Minim dan Kemiskinan Melonjak
“Jadi Pak Hendy kalau menuduh kami soal data pengangguran di Jember ini, bila mengacu pada data BPS masih tinggi di Jawa Timur,” ujarnya saat debat, Sabtu 26 Oktober 2024.
Apalagi, saat ini menurut Gus Fawait pengangguran ini meningkat karena retribusi pasarnya naik di pemerintahan sebelumnya.
“Maka dengan naiknya retribusi pedagang pasar tradisional berdampak bagi ekonomi masyarakat, maka kalau kita nanti menjabat akan mengembalikan Perda Retribusi seperti sebelumnya,” imbuhnya.
Baca Juga: Tak Perlu Drama Jelang Debat Pilbup Jember, Gus Fawait Ngopi Santai Bareng Keluarga dan Tim
Politisi Gerindra ini menyebutkan, jika retribusi pasar yang saat ini ada naiknya mencapai 100 persen dan ini membenani masyarakat kecil.
“Jadi kita akan kembalikan semula,” tegasnya.
Selain mengembalikan Perda Retribusi ke aturan sebelumnya dirinya juga, akan membangun infrastruktur pasar tradisional yang ada di Jember.
Baca Juga: PGMI Jember Berikan Dukungan, Gus Fawait Komitmen Perhatikan Nasib Guru Madrasah
“Hampir 4 tahun ini tidak ada perbaikan infrastruktur pasar tradisional, maka kuta akan fokus hal itu nantinya yang selama ini belum tersentuh,” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!