1) Yusril Ihza Mahendra
Yusril Ihza Mahendra dilantik Prabowo sebagai Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Tingkah Yusril yang dianggap blunder yaitu saat dirinya sebut peristiwa 1998 bukan pelanggaran HAM berat, padahal secara hukum yang berkapasitas memberikan pernyataan itu adalah Komnas HAM.
"Pelanggaran HAM berat itu kan genosida, ethnic cleansing, mungkin terjadi justru pada masa kolonial, pada waktu awal kemerdekaan," ujar Yusril.
2) Yandri Susanto
Yandri Susanto dilantik Prabowo sebagai Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Tingkah Yandri yang dianggap blunder yaitu saat beredar di medsos surat kegiatan pribadi dengan kop dan stempel Kementerian yang tak sepatutnya dilakukan.
3) Natulius Pigai
Natulius Pigai dilantik Prabowo sebagai Menteri HAM. Tingkah Pigai yang dianggap blunder yaitu soal anggaran.
Menteri HAM merasa heran kalau anggaran yang didapat untuk kementeriannya cuma Rp60 M, padahal ia berharap dapat Rp20 T.
Pernyataan tersebut dianggap blunder oleh netizen karena dinilai menunjukkan sikap rakus sang pejabat.
4) Bahlil Lahadalia