news

Siapa Mari Elka Pangestu? Sepak Terjang Utusan Khusus Presiden yang Baru di Era Kabinet Merah Putih

Rabu, 23 Oktober 2024 | 11:00 WIB
Mari Elka Pangestu didapuk sebagai Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto. (Instagram.com/@maripangestu)

 

SketsaNusantara.id- Mari Elksa Pangestu yang dikenal sebagai Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia secara resmi dilantik sebagai Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto.

Mari Elka Pangestu adalah salah satu dari tujuh utusan khusus bagi presiden, mulai dari Raffi Ahmad hingga Zita Anjani.

Baca Juga: Raffi Ahmad Dilantik oleh Prabowo Subianto Diulas Publik, Netizen: Percaya Diri Pakai Gelar Palsu

"Mari Elka Pangestu sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral," tulis dalam Keppres.

Lantas siapakah sosok Mari Elka Pangestu ini? simak profilnya berikut yang dikutip SketsaNusantara.id dari website wri-indonesia.org.

Prof. Mari Elka Pangestu, M.Ec., Ph.D. merupakan wanita keturunan Tionghoa-Indonesia yang lahir pada 23 Oktober 1956.

Baca Juga: 7 Penasihat Khusus Presiden Prabowo dari Luhut Binsar Pandjaitan hingga Terawan Agus Putranto, Apa Saja Tugasnya

Ia juga putri dari seorang ekonom populer di Indonesia yang bernama J. Panglaykim dan orang keturunan Tiongha pertama yang menjabat sebagai menteri.

Beberapa jabatan penting pernah diduduki oleh Mari Elka, diantaranya adalah Ekonom, Ahli Moneter, Dosen, Direktur Pelaksana Bank Dunia, Menteri Perdagangan indonesia ke-26, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke-10.

Mengenai pendidikan tingginya, ia sukses mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Nasional Australia dan meraih gelar Doktor dari University of California, Davis di bidang yang sama.

Baca Juga: Prabowo Adakan Pembekalan Kabinet di Magelang, Pengamat Sebut Sebagai Terobosan Penting untuk Soliditas dan Ketangguhan

Sepanjang karirnya, Mari telah berkontribusi dengan mengemban tugas dalam sejumlah posisi penting di dunia akademik dan pemerintahan.

Salah satunya adalah sukses menjabat sebagai Managing Director of Development Policy and Partnerships di Bank Dunia selama tiga tahun hingga bulan Maret 2023.

Halaman:

Tags

Terkini