1) Pengakuan Ketua PGRI Sultra saat bertemu Ibu Supriyani
Ketua PGRI Sulawesi Utara, Abdul Halim Momo, mengatakan kalau kasus Ibu Supriyani ini mediasi kepala desa setempat.
"Hasil pertemuan saya dengan Ibu Supriyani yang dimediasi kepala desa yang bersaksi akan damaikan persoalan ini," ujarnya, dikutip SketsaNusantara.id dari postingan X @UmarSyadatHsb__ pada 22 Oktober 2024.
2) Kasus ini bisa damai kalau Ibu Supriyani penuhi 2 hal
Ada 2 hal seperti yang dikatakan Ketua PGRI Sultra yang harapannya dipenuhi Ibu Supriyani agar bisa berdamai dalam kasus ini dengan keluarga siswa.
""Pertama dia harus membayar uang Rp50 juta, yang kedua dia harus mundur sebagai guru," ujar Abdul Halim Momo.
3) Terkesan ada kriminalisasi guru
Ketua PGRI Sultra mengatakan kalau ada kesan kriminalisasi guru dalam kasus Ibu Supriyani yang ditahan oknum polisi karena tegur siswa nakal.
"Saya curiga di sini ada permainan, karena aneh masa hasil visum itu menunjukkan kena benda tajam dan si anak mengaku jatuh di sawah," ungkapnya.
4) Ibu Supriyani bantah aniaya anak polisi
Ketua PGRI Sultra menemuai Ibu Supriyani pada hari Senin, 21 Oktober 2024 di Lapas Perempuan Kelas III Kendari.
Ia menanyakan kepada guru honorer tersebut dan Halim mendapat pengakuan kalau Ibu Supriyani tak melakukan penganiayaan terhadap siswa seperti yang dituduhkan.