SketsaNusantara.id - Nasib guru honorer di Indonesia cukup memprihatinkan.
Bukan hanya perihal gaji atau honor yang diterima setiap bulannya, tetapi perlakuan tak setara yang dialami.
Di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara viral seorang guru honorer Sekolah Dasar mendapat perlakuan tak adil.
Lain cerita dengan banyaknya masalah guru dengan gaji kecil karena belum PNS.
Guru di Konawe Selatan ini ditahan oleh oknum polisi karena tegur siswa naka di sekolahnya.
Oknum polisi tersebut tak lain kabarnya adalah orang tua siswa yang ditegur oleh sang guru.
Ibu Supriyani, S.Pd, merupakan guru honorer SDN 4 Baito Konawe Selatan, ditahan beberapa malam lantaran menegur siswa nakal yang ternyata seorang anak oknum polisi.
Viral di media sosial X informasi tentang penahanan guru honorer tersebut hingga ramai pengakuan Ketua PGRI Sulawesi Tenggara, Abdul Halim Momo.
"Hasil pertemuan saya dengan Ibu Supriyani yang dimediasi kepala desa yang bersaksi akan damaikan persoalan ini dengan harapan 2 hal," ujar Ketua PGRI Sultra, Abdul Halim Momo, dikutip SketsaNusantara.id dari postingan X @UmarSyadatHsb__ pada 22 Oktober 2024.
Menurut Kepala PGRI Sultra mengatakan, ada 2 hal yang dilakukan oleh Ibu Supriyani yang kabarnya sudah ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan siswa SD.
"Pertama dia harus membayar uang Rp50 juta, yang kedua dia harus mundur sebagai guru bersurat kepala dina," ujarnya.