Menurutnya, salah satu tokoh Wahabi Jombang ikut mewarnai prosesi Pilkada 2024.
“Lalu di mana peran NU? Kami khawatir kalau mereka berkuasa, lalu keberadaan mereka di Jombang semakin leluasa. Karena sudah tidak ada lagi yang mereka segani,” tambahnya.
Dua penanya tersebut langsung direspon Kiai Mun’im. Dia menyampaikan, biasanya, daerah seperti Jombang menjadi sasaran mereka.
Diungkapkan, pengembangan bukan di Blitar dan Magetan saja. Menurut Kiai Mun’im, perkembangan besar di Magaten tidak ada artinya.
“Kajian-kajian keilmuan seperti ini harus dihidupkan. Dengan begitu generasi muda NU akan memperoleh banyak referensi dalam hal ibadah, baik yang mahdloh maupun ghoiru mahdloh,” jawab Kiai Mun’im.
Sementara, adik kandung Cak Anam, Abdul Kholiq menegaskan, fenomena Wahabi masuk dalam struktur NU sudah lama jadi bahan rasan-rasan. Begitu juga dalam Pilkada 2024 Jombang.
“Warga NU di Jombang harus memiliki sikap bersama dalam berbangsa dan bernegara. Jangan sampai ada ruang bagi Wahabi yang menganggap ibadah kita keliru. Mereka merasa punya otoritas surga. PCNU memang harus berani merapatkan barisan,” jawab Cak Kholiq, sapaan akrabnya.***
Dari Halaqah Haul 1 Tahun Cak Anam, Pertanyakan Masuknya Wahabi di Struktur Pengurus PCNU Jombang
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!